Kemenhub Perkuat Perlindungan bagi 1,6 Juta Pelaut Indonesia

- Rabu, 24 Juni 2026 | 03:30 WIB
Kemenhub Perkuat Perlindungan bagi 1,6 Juta Pelaut Indonesia

Indonesia tercatat sebagai salah satu pemasok tenaga pelaut terbesar di dunia, dengan jumlah mencapai sekitar 1,6 juta orang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan komitmennya untuk memperkuat perlindungan terhadap para pelaut, baik dari aspek keselamatan kerja maupun kesejahteraan. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya risiko yang melekat pada profesi tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menekankan bahwa profesi pelaut memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran perdagangan global. Namun, di balik peran itu, para pelaut harus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari cuaca ekstrem, risiko kecelakaan kerja, hingga harus berbulan-bulan berpisah dari keluarga.

"Pelaut merupakan tulang punggung perdagangan global. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah dan menghadapi berbagai risiko di laut," kata Suntana dalam acara rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pemerintah, menurut dia, berupaya memastikan setiap pelaut mendapatkan perlindungan yang memadai selama menjalankan profesinya. Perlindungan itu mencakup pemenuhan hak-hak pekerja, keselamatan kerja, hingga jaminan kesejahteraan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menambahkan, penguatan perlindungan menjadi semakin mendesak mengingat jumlah pelaut yang sangat besar. Hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penerapan standar perlindungan yang sesuai dengan ketentuan internasional.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, memperluas digitalisasi layanan, serta meningkatkan pengawasan terhadap penerapan standar internasional seperti Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006.

Selain perlindungan kerja, Kemenhub juga berupaya meningkatkan daya saing pelaut Indonesia melalui penguatan pendidikan dan pelatihan. Saat ini terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang dibina pemerintah untuk memenuhi standar internasional.

Peningkatan kualitas fasilitas simulator, penguatan kompetensi instruktur, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri maritim global terus dilakukan. Tujuannya agar pelaut Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyasar langsung pelaut dan keluarganya. Kegiatan itu meliputi pemberian santunan dan asuransi, layanan kesehatan, donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar