Polisi Selidiki Kematian Manusia Silver di Belakang Warung Kopi Probolinggo

- Selasa, 23 Juni 2026 | 02:00 WIB
Polisi Selidiki Kematian Manusia Silver di Belakang Warung Kopi Probolinggo

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria yang ditemukan tergeletak di belakang warung kopi (warkop) di kawasan Perempatan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin (22/6/2026) pagi. Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan luka di bagian kepala serta bercak darah yang masih segar di wajah dan tangannya.

Petugas dari Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota bersama anggota Polsek Kademangan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Korban diketahui berinisial AS, berusia 27 tahun, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kota Probolinggo. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, AS dikenal sebagai manusia silver yang kerap beraktivitas di lampu merah Perempatan Pilang. Ia biasa mangkal di persimpangan tersebut untuk mencari nafkah dengan berjualan atau sekadar meminta bantuan pengguna jalan.

Ketua RW setempat, Cipto, menuturkan bahwa penemuan mayat tersebut bermula dari laporan pemilik warung di sekitar lokasi. “Ada laporan dari yang punya warung ke rumah, terus saya lihat ada mayat, darahnya masih segar di kepala,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kademangan, Kompol Harsono, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami seluruh informasi yang diperoleh dari saksi maupun hasil pemeriksaan di lapangan. “Dari saksi yang kita periksa, diinformasikan bahwa korban ini anak jalanan yang biasanya menggunakan kostum sebagai manusia silver,” kata Kompol Harsono.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke RSUD dr. Mohamad Saleh guna menjalani visum. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat penganiayaan, perkelahian, atau penyebab lainnya. “Memang dari tangan dan kepala ditemukan darah, tetapi masih dalam lidik, belum diketahui penyebab kematiannya,” ucap Kompol Harsono. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar