Penembakan di Sekolah Thailand: Pelajar 14 Tahun Tewaskan 8 Orang, Simbol Nazi Ditemukan di Rumahnya

- Senin, 10 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Penembakan di Sekolah Thailand: Pelajar 14 Tahun Tewaskan 8 Orang, Simbol Nazi Ditemukan di Rumahnya

Seorang siswa berusia 14 tahun menembak mati delapan orang di sebuah sekolah di Thailand, termasuk guru dan murid, sebelum akhirnya melukai dirinya sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (7/8) di sekolah yang terletak di utara Bangkok.

Polisi mengungkapkan bahwa sebelum melancarkan aksinya di sekolah, remaja tersebut terlebih dahulu menembak kakek dan neneknya di rumah mereka. Setelah itu, ia membawa senjata api dan puluhan peluru ke sekolah dengan menaiki mobil antar-jemput.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Wilayah 1 Thailand, Atthapol Anusit, mengatakan penyidik telah memeriksa sedikitnya 17 saksi untuk mengungkap motif penyerangan. Dari pemeriksaan awal, ditemukan bahwa pelaku telah menunjukkan ketertarikan pada senjata api sejak satu hingga dua tahun terakhir.

"Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sudah menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api sejak beberapa waktu lalu, sekitar satu hingga dua tahun," kata Atthapol, Minggu (9/8).

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sepucuk senjata api, selongsong peluru, sebilah pisau, dan sebuah komputer pribadi milik pelaku. Dari pemeriksaan komputer, ditemukan bahwa pelaku kerap mengakses konten bermuatan kekerasan di media sosial. "Setelah memeriksa komputer tersebut, ditemukan bahwa anak itu pernah menonton konten media sosial yang memuat unsur kekerasan," ujar Atthapol.

Meski demikian, polisi belum menemukan bukti bahwa pelaku pernah menjalani latihan menembak secara langsung. Namun, pada tahun lalu, seorang guru sempat menyita sebuah senjata angin (BB gun) yang dibawa pelaku ke sekolah.

Simbol Nazi di Rumah Pelaku

Dalam penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan sebuah bendera dengan simbol Nazi di halaman rumah. Kepala Kantor Polisi Bang Bua Thong, Kolonel Thadsakorn Konthong, mengatakan bahwa bendera tersebut merupakan milik paman pelaku.

Rumah pelaku terletak di Bang Bua Thong, sekitar 90 menit perjalanan dari pusat Bangkok. Kawasan permukiman itu relatif sepi, dengan rumah yang dikelilingi pepohonan dan pagar beton.

Menurut Thadsakorn, pelaku menembak kakek-neneknya sekitar pukul 05.00 waktu setempat. "Senjata api dan pelurunya milik sang kakek," katanya. Polisi menemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut sebelumnya dicari di kamar tidur sang kakek.

Pelaku diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya selama sekitar 12 tahun setelah kedua orang tuanya bercerai. Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi brutal tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags