Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan Senin (10/8), setelah pada akhir pekan lalu ditutup naik 1,04 persen ke level 6.409,65. Para analis memandang indeks berpotensi menembus resistance terdekat, didukung sentimen global yang kondusif dan aksi beli asing yang masih berlanjut.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan pergerakan IHSG berpotensi membangun momentum breakout pada resistance terdekat karena faktor reli penguatan. Secara teknikal, indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, bahkan MA20&60 telah membentuk pola golden cross.
Dari sisi fundamental, Nafan menilai valuasi saham Indonesia masih relatif menarik dengan price to earnings ratio (P/E) di level 9,76x, lebih rendah dibandingkan beberapa pasar regional setelah tekanan yang terjadi pada semester I 2026. Hal ini dinilai berpotensi menarik minat investor. Ia juga mencatat terjadi daily net foreign buy sekitar Rp 917,23 miliar.
Sentimen global turut mendukung. Pada Jumat (7/8), indeks S&P 500 naik 0,62 persen dan mencetak rekor baru, Nasdaq menguat 1,30 persen, serta Dow Jones naik 0,28 persen. Penguatan bursa AS terjadi setelah data tenaga kerja AS (nonfarm payroll) lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan harapan kebijakan The Fed bakal lebih akomodatif. Hal ini positif bagi risk appetite di bursa regional Asia, termasuk Indonesia.
Sementara dari domestik, pelaku pasar menantikan rilis data indeks keyakinan konsumen periode Juli 2026 dari Bank Indonesia (BI). Berdasarkan forecast Trading Economics, indeks diperkirakan berada di level 116, lebih rendah dari sebelumnya 117,8. Angka ini masih menunjukkan zona optimistis, namun belum mencerminkan pemulihan yang kuat.
Fokus pada MSCI
Meski demikian, perhatian utama investor tertuju pada pengumuman MSCI August Index Review pada 12 Agustus 2026. Mengingat MSCI telah mempertahankan kebijakan freeze terhadap penambahan saham Indonesia, peluang terjadinya penambahan konstituen baru relatif terbatas. Fokus pelaku pasar bakal tertuju pada potensi rebalancing atau deletion konstituen akibat kebijakan freeze serta evaluasi konsentrasi kepemilikan saham (High Share Concentration/HSC) oleh MSCI.
"Jika tidak terdapat kejutan negatif, keputusan MSCI berpotensi menjadi katalis relief rally karena sebagian kekhawatiran sudah ter-price in. Sebaliknya, hasil yang lebih negatif dari ekspektasi dapat kembali memicu foreign outflow dan menekan IHSG," ujar Nafan.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pada perdagangan Senin (10/8), antara lain ASII, HMSP, dan PSAB.
Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada Senin (10/8) akan bervariasi, dengan potensi menguat ke level 6.440-6.544 dan melemah ke level 6.371-6.390. "IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544. Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371-6.390," tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya.
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas meliputi BULL, BUMI, MLPL, dan SRTG.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Tertekan Data Inflasi AS, Saham WIFI hingga BRMS Layak Dicermati
Asing Borong Saham Big Cap, BBRI Paling Laris Sepanjang Pekan
IHSG Tembus 6.400, Saham DCII dan BBRI Jadi Motor Penggerak
IHSG Diprediksi Menguat pada Awal Pekan, Cermati Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas