IHSG Diproyeksi Tertekan Data Inflasi AS, Saham WIFI hingga BRMS Layak Dicermati

- Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB
IHSG Diproyeksi Tertekan Data Inflasi AS, Saham WIFI hingga BRMS Layak Dicermati

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan akan dibayangi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi yang diukur dari Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), serta data penjualan ritel. Data-data tersebut dinilai penting karena akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Investor akan mencermati apakah tekanan inflasi AS terus mereda sehingga membuka ruang pelonggaran suku bunga, atau justru tetap kuat dan mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi perhatian utama pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan bank sentral utama seperti The Fed dan Bank Sentral Eropa (ECB) terus menyeimbangkan upaya meredam inflasi yang melandai secara bertahap dengan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. "Kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat dan inflasi sektor jasa yang persisten mempertahankan ekspektasi higher for longer," ujarnya dalam keterangan, Senin (10/8/2026).

Menurut David, suku bunga acuan berpotensi bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan awal pasar. Arah kebijakan bank sentral negara maju juga berpengaruh terhadap pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah, terutama US Treasury. Kenaikan yield acuan global dapat mempersempit selisih imbal hasil dengan obligasi negara berkembang, sehingga meningkatkan risiko aliran modal keluar dari pasar berkembang menuju aset di negara maju.

Dari dalam negeri, David menilai fundamental ekonomi Indonesia masih memberikan penyangga terhadap tekanan eksternal. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat 5,2 persen secara tahunan. Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta akselerasi pembentukan modal tetap bruto.

Rekomendasi Saham Trading

Di tengah kondisi pasar yang masih berpotensi fluktuatif, IPOT merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading pekan ini. Salah satunya adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). IPOT merekomendasikan buy WIFI pada level Rp2.020 dengan target harga Rp2.160 dan stop loss Rp1.955. WIFI dinilai berpotensi mengalami breakout dari pola flag serta mampu mempertahankan posisi di atas MA20 dalam jangka pendek.

Saham berikutnya adalah PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). IPOT merekomendasikan buy pada harga Rp1.595 dengan target Rp1.700 dan stop loss Rp1.550. IMPC dinilai berpotensi membentuk golden cross dari MA60. Selain itu, indikator AI Trade Flow IPOT menunjukkan akumulasi yang konsisten dalam lima hari terakhir.

IPOT juga merekomendasikan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan harga entry Rp615, target Rp680, dan stop loss Rp585. BRMS dinilai menarik karena dalam jangka pendek konsisten berada di atas MA5. Pergerakan harga juga mengindikasikan potensi breakout, sementara AI Trade Flow menunjukkan akumulasi dalam lima hari terakhir.

Selain saham individual, IPOT merekomendasikan reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Produk tersebut dinilai menarik sebagai alternatif investasi defensif karena portofolionya terdiri dari saham-saham yang memiliki karakteristik pembagian dividen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags