Pemerintah Siapkan Stimulus Rp18,04 Triliun untuk Bantuan Beras dan Subsidi Kedelai

- Selasa, 23 Juni 2026 | 13:45 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp18,04 Triliun untuk Bantuan Beras dan Subsidi Kedelai

Pemerintah kembali menggelontorkan paket stimulus ekonomi pada semester kedua tahun 2026, dengan fokus utama pada bantuan pangan beras dan subsidi kedelai. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keberlangsungan usaha para pengrajin tahu dan tempe di tengah tekanan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa program bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per keluarga akan dilanjutkan pada Juli hingga September 2026. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan akan menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

"Bapak Presiden Prabowo mengarahkan untuk ini dilanjutkan untuk tiga bulan kemudian yang dimulai lagi bulan Juli, Agustus, September untuk penerima sebesar 33,24 juta penerima dan dibutuhkan anggaran sebesar 17,54 triliun," kata Airlangga dalam tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 23 Juni 2026.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi pengrajin tahu dan tempe. Subsidi ini akan diberikan jika harga kedelai di pasar melampaui harga acuan pembelian yang telah ditetapkan.

"Untuk pengrajin tahu dan tempe dijaga subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan target kuota 250.000 ton. Jadi kebutuhannya adalah 2,5 juta ton per tahun, namun kita siapkan 250.000 dengan subsidi Rp2.000 per kilogram yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan," ujarnya.

Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan untuk kedua program stimulus ini mencapai Rp18,04 triliun. Dengan demikian, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan sektor usaha kecil, khususnya pengrajin tahu dan tempe, dapat terus berproduksi tanpa terbebani lonjakan harga bahan baku.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar