Duel sengit di BMO Field, Toronto, menjadi saksi kebangkitan Jerman di Piala Dunia 2026. Deniz Undav mencetak dua gol dari bangku cadangan untuk membawa Die Mannschaft menang 2-1 atas Pantai Gading, Sabtu (20/6). Hasil ini mengamankan tiket Jerman ke babak 32 besar pertama kalinya sejak menjadi juara dunia 2014.
Dramaturgi di Toronto: Dari Dua Gol Dianulir ke Comeback Spektakuler
Babak pertama berjalan penuh frustrasi bagi Jerman. Aleksandar Pavlovic sempat mencetak gol dari sepak pojok pendek pada menit ke-25, tetapi wasit menganulirnya karena dianggap melanggar kiper Pantai Gading.
Gol Jerman kembali dianulir tak lama berselang. Kali ini Jamal Musiala dianggap melanggar Odilon Kossounou dalam proses build-up. Di tengah tekanan itu, Pantai Gading justru unggul lebih dulu lewat Franck Kessie yang menyambar rebound tembakan Amad Diallo.
Namun, babak kedua menjadi milik Deniz Undav. Striker serba bisa itu masuk dari bangku cadangan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-68 melalui penyelesaian voli terukur. Ia lalu mencetak gol kemenangan dengan tembakan memutar yang tak mampu dihentikan Yahia Fofana.
Kebangkitan setelah Satu Dekade Kegagalan
Terakhir kali Jerman melaju ke fase gugur Piala Dunia adalah saat menjuarai edisi Brasil 2014. Di Rusia 2018 dan Qatar 2022, Die Mannschaft gagal total tersingkir di fase grup pada dua turnamen beruntun.
Performa di Piala Dunia 2026 menjadi angin segar. Sebelum mengalahkan Pantai Gading, Jerman menghancurkan Curacao 7-1 dalam laga pembuka Grup E. Total sembilan gol dalam dua pertandingan menunjukkan efektivitas serangan yang luar biasa.
Julian Nagelsmann, pelatih Jerman, menegaskan bahwa timnya telah belajar dari kegagalan sebelumnya. "Mentalitas ini yang hilang dari kami di dua Piala Dunia terakhir. Sekarang kami kembali," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Undav: Pahlawan dari Bangku Cadangan
Deniz Undav kini mencatatkan sembilan gol dalam delapan pertandingan terakhirnya bersama tim nasional. Produktivitasnya menjadi aset berharga bagi Jerman yang memiliki kedalaman skuad impresif.
Pelatih Nagelsmann memiliki fleksibilitas taktik yang tinggi. Kombinasi pemain muda seperti Jamal Musiala dan Florian Wirtz dengan gelandang veteran Ilkay Gundogan menciptakan keseimbangan antara kreativitas dan pengalaman.
Undav membuktikan bahwa Jerman tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain bintang. Ketajaman dari berbagai lini menjadi senjata utama yang sulit diantisipasi lawan.
Tantangan Berikutnya: Menuju Final 19 Juli
Jerman akan menutup fase grup melawan Ekuador di New Jersey, Kamis mendatang. Kemenangan akan memastikan posisi puncak Grup E dan menghindarkan mereka dari lawan berat di babak 32 besar.
Format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 tim membuka peluang lebih besar bagi tim-tim besar. Namun, kegagalan di dua edisi sebelumnya menjadi pengingat bahwa tidak ada jaminan sekadar berdasarkan status favorit.
Analis sepak bola internasional memproyeksikan Jerman sebagai salah satu kandidat kuat menuju final 19 Juli mendatang. Rasio sembilan gol dalam dua laga menjadi modal kepercayaan diri yang sulit ditandingi peserta lain.
Artikel Terkait
Mesir Cetak Sejarah: Kemenangan Perdana Piala Dunia dan Kontroversi Penerbangan ke Seattle
Kylian Mbappe Samai Rekor Miroslav Klose: 16 Gol dalam 16 Laga Piala Dunia
test
Test Post - Will Delete