Seorang peserta BPJS Kesehatan meluapkan kekesalannya setelah merasa dihakimi oleh petugas di fasilitas kesehatan karena menggunakan kartu jaminan sosial tersebut. Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa dirinya rutin membayar iuran setiap bulan dan tidak pernah menunggak.
“Kalau masih pakai BPJS, gausah banyak bacot,” tulisnya, menirukan nada sinis yang kerap diterima. Namun, ia langsung membantah anggapan bahwa peserta BPJS tidak membayar. “Mohon maaf, BPJS itu tetap bayar. Saya sendiri bayar untuk lima orang (ibu, saya, istri, dan dua anak) karena tinggal serumah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembayaran iuran dilakukan rutin setiap bulan tanpa pernah terlambat. “Saya bukan mengemis. Saya bayar!” tegasnya.
Keluhan serupa juga muncul dari warganet lain. Seorang pengguna X dengan akun @saltymatcha1 mengaku kerap mendapat komentar miring saat menggunakan BPJS di puskesmas. “Banyak btw, di puskesmas juga. ngejudge 'bpjs ya tetep antri kak, mbaknya bisa dandan tapi gamau keluar uang',” tulisnya. Padahal, menurutnya, gajinya setiap bulan sudah dipotong untuk iuran BPJS. “I mean, hello? Gaji gua dipotong tiap bulan????? DAN GUA JUGA JARANG PAKE SEKALINYA PAKE DIJUDESIN????” keluhnya.
Kedua unggahan ini memicu diskusi tentang stigma terhadap peserta BPJS di kalangan pengguna layanan kesehatan. Banyak yang menilai komentar seperti itu tidak adil karena peserta BPJS juga berkontribusi melalui iuran bulanan yang dipotong dari gaji atau dibayar mandiri.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Etika Nakes dan Waktu Tunggu Pasien BPJS
KKI Telusuri 10 Tenaga Medis yang Diduga Berkomentar Tak Empati soal Pasien BPJS
Dokter PPDS UGM Dinonaktifkan Usai Komentar Sinis ke Pasien BPJS
Anggota DPR Ingatkan Nakes Bijak Bermedia Sosial