Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke fase gugur Piala AFF 2026 kembali memperpanjang daftar pelatih yang tak mampu membawa Garuda melewati penyisihan. John Herdman menjadi nama terbaru setelah anak asuhnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup B, Jumat (7/8/2026). Hasil itu membuat Indonesia tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi tujuh poin, di bawah Vietnam (10) dan Singapura (8).
Padahal, peluang Indonesia sempat terbuka lebar setelah meraih kemenangan pada dua laga awal. Namun, performa Garuda menurun drastis pada dua pertandingan terakhir: takluk 0-3 dari Vietnam dan ditahan imbang Singapura. Kegagalan ini sekaligus memastikan puasa gelar Indonesia di Piala AFF berlanjut hingga 30 tahun, sejak turnamen pertama kali digelar dengan nama Piala Tiger pada 1996.
Herdman kini bergabung dengan deretan pelatih yang gagal membawa Indonesia lolos dari fase grup. Sebelumnya, Peter Withe (2007), Nilmaizar (2012), Alfred Riedl (2014), Bima Sakti (2018), dan Shin Tae-yong (2024) juga mengalami nasib serupa. Menariknya, beberapa dari mereka pernah memberikan pencapaian lebih baik di edisi lain. Riedl dan Shin Tae-yong, misalnya, sukses mengantar Indonesia ke partai puncak.
Enam Kali Runner-up
Ironisnya, meski belum pernah menjadi juara, Indonesia justru tercatat sebagai negara paling sering mencapai final Piala AFF. Garuda sudah enam kali tampil di partai puncak, tetapi seluruh kesempatan tersebut berakhir tanpa trofi. Final pertama terjadi pada 2000 saat Nandar Iskandar memimpin tim, disusul Ivan Kolev (2002), Peter Withe (2004), Alfred Riedl (2010 dan 2016), serta Shin Tae-yong (2020).
Catatan tersebut menjadikan Indonesia pemegang rekor runner-up terbanyak di turnamen ini. Di luar final, perjalanan Garuda juga diwarnai hasil lain seperti semifinal, peringkat ketiga, hingga tersingkir di fase grup.
Balas di Edisi 2028
Kini, John Herdman harus menerima kenyataan bahwa perjalanan timnya di Piala AFF 2026 berakhir lebih cepat. Pelatih asal Inggris yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia tersebut belum mampu mengakhiri penantian Indonesia. Harapan Garuda untuk meraih gelar pertama pun kembali diarahkan ke edisi 2028.
Jika ingin mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung tiga dekade, Indonesia harus menemukan formula yang mampu mengubah status runner-up menjadi juara. Sejarah Piala AFF menunjukkan bahwa mencapai final saja belum cukup. Tantangan terbesar tetap sama: memenangkan pertandingan terakhir dan membawa pulang trofi.
Berikut perjalanan Timnas Indonesia bersama para pelatihnya di setiap edisi Piala AFF:
- 1996 Danurwindo: Semifinal
- 1998 Rusdy Bahalwan: Peringkat ketiga
- 2000 Nandar Iskandar: Runner-up
- 2002 Ivan Kolev: Runner-up
- 2004 Peter Withe: Runner-up
- 2007 Peter Withe: Penyisihan grup
- 2008 Benny Dollo: Semifinal
- 2010 Alfred Riedl: Runner-up
- 2012 Nilmaizar: Penyisihan grup
- 2014 Alfred Riedl: Penyisihan grup
- 2016 Alfred Riedl: Runner-up
- 2018 Bima Sakti: Penyisihan grup
- 2020 Shin Tae-yong: Runner-up
- 2022 Shin Tae-yong: Semifinal
- 2024 Shin Tae-yong: Penyisihan grup
- 2026 John Herdman: Penyisihan grup
Artikel Terkait
Keputusan Kontroversial Wasit Warnai Laga Timnas Indonesia vs Singapura
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Gelar Juara Masih Jadi Mimpi
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF Usai Ditahan Singapura
Media Singapura Sindir Timnas Indonesia dengan Telur dan Bendera Belanda