Menlu Iran Hubungi Hamas Setelah Teken MoU Damai dengan AS

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:05 WIB
Menlu Iran Hubungi Hamas Setelah Teken MoU Damai dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan komunikasi telepon dengan seorang pejabat senior Hamas untuk membahas negosiasi yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Teheran tetap menjaga komunikasi dengan sekutu-sekutunya di kawasan di tengah dinamika diplomasi dengan Washington.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi berbicara dengan Basem Naeem, anggota biro politik Hamas. Dalam percakapan yang berlangsung pada Rabu (24/6) itu, kedua pihak menyinggung soal "perkembangan terbaru" di kawasan Timur Tengah.

Panggilan telepon tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada pekan lalu. Kesepakatan itu bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah secara permanen.

Meski teks MoU tidak secara eksplisit menyebut Gaza, dokumen tersebut menetapkan "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon". Hamas sendiri menyambut baik kesepakatan itu dan menyatakan harapan bahwa perjanjian tersebut juga akan membantu mengakhiri kekerasan di Jalur Gaza, yang telah hancur akibat perang dengan Israel selama lebih dari dua tahun.

Iran dikenal sebagai pendukung setia perjuangan Palestina. Dukungan ini telah menjadi landasan kebijakan luar negeri Teheran sejak Revolusi Islam 1979.

Dalam percakapan dengan Naeem, Araghchi "menegaskan kembali dukungan berkelanjutan Republik Islam untuk Palestina dan perjuangan mereka yang adil, hingga hak-hak nasional mereka yang sah sepenuhnya terwujud". Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh televisi Iran berdasarkan transkrip resmi.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (23/6), Araghchi mendampingi Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kunjungan ke Pakistan. Negara tetangga itu diketahui telah bertindak sebagai mediator dalam pembicaraan damai antara Teheran dan Washington.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar