Prabowo Akui Ada Pihak yang Tak Ingin Indonesia Bangkit di Bawah Kepemimpinannya

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:50 WIB
Prabowo Akui Ada Pihak yang Tak Ingin Indonesia Bangkit di Bawah Kepemimpinannya

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui adanya pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintahannya. Pernyataan itu disampaikan di hadapan ribuan petani dan nelayan yang hadir dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Dengan nada blak-blakan, ia mengaku tidak ambil pusing jika penyampaiannya kemudian dipersoalkan.

Acara yang berlangsung di Sports Center Limboto, Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026) itu menjadi panggung bagi Prabowo untuk menyuarakan keyakinannya. Menurut dia, ada pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia bangkit, terutama di bawah kepemimpinannya.

“Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat. Ada yang selalu tidak ingin kita bangkit. Ada. Kita sudah tahu mereka-mereka itu. Iya, kan,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung soal gaya bicara. Ia menilai berbicara di hadapan petani dan nelayan harus dengan suara keras agar pesan benar-benar sampai. Ia lalu mempraktikkan perbedaan gaya bicara tersebut di hadapan ribuan hadirin.

“Tapi kalau sama petani nelayan bicaranya harus keras. Betul, nggak? Kalau bicara kalem-kalem kalian nggak akan dengar. Benar ya?” ujar Prabowo.

Ia kemudian menirukan gaya bicara yang lebih lembut, seolah menyampaikan pesan pembangunan dengan nada halus. “Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah,” kata Prabowo menirukan sembari mencibir. Aksi itu sontak memicu tawa dari para hadirin.

Prabowo pun berkelakar bahwa aksinya itu kemungkinan akan menjadi sorotan. Namun, ia mengaku tidak mempermasalahkannya. Baginya, rakyat berhak mengetahui isi hatinya yang sesungguhnya.

“Eh, sorry, sorry. Coba di, di-delete, delete. Eh, friend, ya, wartawan kita kompak, ya. Coba yang gitu-gitu. Nanti gua dihajar lagi, tuh. Emang gua pikirin. Sudah hari gini kita bicara apa adanya deh. Kalian lebih senang tahu hati saya, benar nggak? Daripada ngomong-ngomong sopan-sopanan gitu. Sopan-sopan, tetap maling, sopan-sopan, korupsi,” lanjut Prabowo.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar