Direktur PTPN: Talenta Muda Kunci Transformasi Perkebunan di Tengah Tekanan Global

- Rabu, 10 Juni 2026 | 15:45 WIB
Direktur PTPN: Talenta Muda Kunci Transformasi Perkebunan di Tengah Tekanan Global

Sektor perkebunan Indonesia tengah menghadapi tekanan besar dari tiga tantangan global sekaligus: ketahanan pangan, energi, dan perubahan iklim. Dalam situasi tersebut, penguatan peran generasi muda dinilai menjadi kunci untuk mendorong transformasi industri perkebunan nasional agar tetap kompetitif di tengah dinamika dunia.

Pandangan itu disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna, saat menjadi pembicara dalam forum Studium Generale di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB University). Forum yang digelar di kampus IPB itu mengusung tema “Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan.”

Denaldy menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan inovasi berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif talenta muda untuk menjaga daya saing di tingkat global.

“Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujar Denaldy dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menekankan bahwa penguatan inovasi dan pengembangan talenta muda menjadi fondasi utama dalam menghadapi transformasi industri. Menurutnya, aspek digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing global merupakan tiga pilar yang harus diperkuat secara simultan.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang mempertemukan dunia akademik dengan pelaku industri secara langsung. Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan pembangunan nasional.

“Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya,” ujar Deni Noviana.

Presiden BEM KM IPB, Abdan Rofi, menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi sektor perkebunan saat ini justru dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi baru. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor perubahan di sektor tersebut.

“Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Abdan.

Di sisi lain, Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menegaskan bahwa pembangunan bangsa merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan Indonesia.

“Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju,” kata Aidil.

Forum Studium Generale tersebut berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa terlibat dalam diskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari peluang karier di sektor perkebunan, pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Melalui forum ini, PTPN menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekosistem perkebunan nasional melalui kolaborasi dengan dunia akademik. Perusahaan pelat merah itu juga berkomitmen mendorong penguatan peran generasi muda sebagai bagian penting dari transformasi sektor perkebunan Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar