Terapi stem cell tidak lagi sekadar menjadi tren di dunia estetika. Teknologi regeneratif ini kini merambah ke ranah medis yang lebih luas, menawarkan harapan baru bagi pasien yang ingin pulih dari cedera tanpa harus menjalani operasi besar. Dengan kemampuan memperbaiki jaringan yang rusak dari tingkat sel, terapi ini mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih minim risiko.
Stem cell adalah sel khusus yang mampu memperbarui diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sifat unik inilah yang membuatnya dinilai efektif dalam membantu regenerasi jaringan sekaligus meredakan peradangan secara alami. Tak heran, penggunaannya terus berkembang, terutama di bidang estetika dan ortopedi.
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Brawijaya Hospital, dr Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L, menjelaskan bahwa terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dibandingkan metode peremajaan konvensional.
"Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan," kata dr Tasya dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Menurut dr Tasya yang juga berpraktik di Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, efek yang dihasilkan bukan hanya sementara di permukaan kulit. Sel-sel tersebut membantu memperbaiki kerusakan di tingkat sel dan menghasilkan growth factor yang penting bagi proses perbaikan jaringan. Karena itu, terapi ini kini banyak digunakan untuk peremajaan wajah, penanganan alopecia atau kebotakan, hingga penyempurnaan kontur wajah.
Di luar estetika, manfaat stem cell juga mulai dirasakan di bidang ortopedi. Teknologi ini membuka peluang baru bagi pasien yang mengalami cedera pada tendon, tulang rawan sendi lutut, ligamen, meniskus, rotator cuff pada bahu, hingga cedera dan robekan pada diskus tulang belakang.
Dokter Spesialis Ortopedi Brawijaya Hospital, dr Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL, menjelaskan bahwa stem cell dan turunannya mampu merangsang regenerasi serta mempercepat pemulihan sel-sel tubuh yang rusak. Dengan kemampuannya itu, terapi ini menjadi alternatif yang lebih minimal invasif dibandingkan pembedahan besar pada kasus tertentu.
"Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek," kata dr Aulia.
Pemanfaatan stem cell di bidang ortopedi dan traumatologi juga telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Hal ini memastikan prosedur dapat dilakukan secara aman, efektif, dan terukur bagi masyarakat.
Meski menawarkan berbagai potensi, para ahli mengingatkan bahwa terapi ini bukan prosedur sembarangan. Setiap pasien harus melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya sesuai dengan indikasi terapi. Keamanan juga ditentukan oleh kualitas produk stem cell yang digunakan serta kompetensi tenaga medis yang menangani.
Karena itu, pasien disarankan menjalani terapi hanya di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan menggunakan produk yang telah melalui proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, mengatakan terapi regeneratif berbasis stem cell menjadi bagian dari perkembangan masa depan pengobatan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan penyembuhan di tingkat seluler. Menurutnya, kombinasi teknologi regeneratif modern, tenaga medis tersertifikasi, serta standar keamanan yang ketat menjadi fondasi penting agar manfaat terapi ini dapat dirasakan secara optimal.
"Kami ingin meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler," ujarnya.
Artikel Terkait
66% Karyawan Indonesia Puas dengan Gaji, Survei Jobstreet Ungkap Kesenjangan Antar-Generasi
Niat Puasa Tasua dan Asyura Bisa Diucapkan Pagi Hari, Ini Penjelasan Ulama
MotionTrade Rincikan Ciri Penipuan CS Palsu yang Incar Data Nasabah
Giancarlo Esposito Sebut Hanya Satu Allah di Video Viral, Isu Mualaf Belum Dikonfirmasi