Sebanyak 66 persen karyawan di Indonesia mengaku puas dengan gaji yang mereka terima saat ini. Angka itu bahkan lebih tinggi untuk persepsi kewajaran: 81 persen pekerja menilai nominal yang mereka bawa pulang setiap bulan sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalani.
Temuan ini berasal dari laporan bertajuk Salary Pulse yang dirilis Jobstreet by SEEK bekerja sama dengan lembaga riset Nature. Survei dilakukan secara daring pada Februari 2026 dan melibatkan 1.010 partisipan para pekerja profesional berusia 18 hingga 64 tahun di pasar tenaga kerja Indonesia.
Dari 81 persen partisipan yang merasa gajinya wajar, rinciannya terbagi ke dalam tiga kategori. Sebanyak 34 persen menyatakan gaji mereka adil atau sesuai, 19 persen merasa dibayar dengan baik, dan 28 persen merasa dibayar sangat baik. Di sisi lain, 17 persen partisipan mengaku dibayar agak rendah, dan dua persen sisanya merasa sangat rendah alias underpaid.
Angka kepuasan juga memiliki gradasi tersendiri. Dari 66 persen partisipan yang merasa senang dengan gajinya, 35 persen di antaranya mengaku agak senang (somewhat happy), sementara 31 persen menyatakan sangat senang. Sebanyak 16 persen bersikap netral, 15 persen agak kurang senang, dan tiga persen sangat tidak senang dengan gaji yang mereka terima.
Yang menarik, laporan itu juga menemukan bahwa tidak semua partisipan yang menganggap gajinya wajar otomatis merasa puas. Hanya 59 persen dari kelompok itu yang benar-benar puas dengan remunerasi yang diberikan. Sisanya, meskipun menilai nominalnya sudah sesuai standar, tetap merasa kurang puas.
“Hal ini mengindikasikan bahwa karyawan tidak hanya ingin dibayar sesuai standar industri, tetapi juga ingin kontribusinya dihargai,” tulis Jobstreet dalam laporan tersebut. Partisipan juga menitikberatkan pandangan mereka tentang gaji dalam konteks beban kerja dan gaya hidup. Sebanyak 79 persen partisipan mengatakan kondisi ekonomi saat ini akan sangat memengaruhi gaji yang mereka terima.
Gabungan antara beban kerja, kecukupan gaji untuk biaya hidup, dan kondisi ekonomi menjadi variabel penting yang menentukan seberapa adil gaji menurut karyawan dan seberapa puas mereka terhadapnya.
Tingkat Kepuasan Gaji Karyawan Lintas Generasi
Survei ini juga mengungkap perbedaan kepuasan antar-generasi. Sebanyak 49 persen partisipan Gen Z merasa dibayar dengan wajar, dan 65 persen di antaranya merasa senang dengan gaji saat ini. Sementara itu, 49 persen partisipan milenial dan 41 persen generasi X merasa digaji dengan cukup baik.
Padahal, data yang sama menunjukkan bahwa secara rata-rata, Gen Z dibayar lebih rendah dibandingkan milenial dan generasi X. Sebanyak 42 persen partisipan Gen Z bahkan memiliki gaji di bawah Rp4 juta per bulan. Salah satu faktornya: 15 persen partisipan Gen Z bekerja paruh waktu.
Namun, bahkan di antara pekerja penuh waktu pun, gaji Gen Z tetap lebih rendah. Sebanyak 33 persen partisipan Gen Z bekerja penuh waktu dengan gaji di bawah Rp4 juta, sementara 18 persen lainnya dibayar sesuai rata-rata gaji karyawan penuh waktu.
Artikel Terkait
Terapi Stem Cell Tak Lagi Sekadar Estetika, Kini Jadi Alternatif Minim Operasi untuk Cedera Ortopedi
Niat Puasa Tasua dan Asyura Bisa Diucapkan Pagi Hari, Ini Penjelasan Ulama
MotionTrade Rincikan Ciri Penipuan CS Palsu yang Incar Data Nasabah
Giancarlo Esposito Sebut Hanya Satu Allah di Video Viral, Isu Mualaf Belum Dikonfirmasi