Gerindra Bantah Isu Perintahkan Kader Awasi Wapres Gibran, Sebut Hoaks dan Fitnah

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:10 WIB
Gerindra Bantah Isu Perintahkan Kader Awasi Wapres Gibran, Sebut Hoaks dan Fitnah

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, membantah keras isu yang menyebut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budi Djiwandono, memerintahkan kader internal untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks belaka.

“Kabar atau isu yang mengeklaim adanya rapat internal Fraksi Gerindra yang dipimpin Budi Djiwandono untuk mengawasi gerak-gerik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu sepenuhnya hoaks, fitnah, dan tidak berdasar. Itu yang pertama,” kata Andre kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Andre menegaskan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini berada dalam kondisi yang solid dan harmonis. Ia juga mengungkap bahwa dirinya kerap diminta mendampingi Gibran setiap kali wapres berkunjung ke Sumatera Barat, yang merupakan daerah pemilihannya.

“Yang kedua, hubungan antara Pak Prabowo Subianto dan Pak Jokowi, termasuk dengan Mas Gibran, saat ini dalam kondisi yang sangat baik, solid, dan penuh sinergi,” ujar Andre.

“Salah satu tandanya adalah setiap Mas Gibran datang ke daerah pemilihan saya di Sumatera Barat, saya selalu diajak untuk mendampingi. Waktu undangan pendampingan yang pertama, saya kebetulan tidak bisa hadir karena sedang ada tugas di luar negeri. Saat itu Mas Gibran mengunjungi gereja di Nias untuk memastikan ibadah Natal di sana berjalan lancar,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini juga menyebut bahwa Wapres Gibran pernah meminta kader Gerindra untuk bersama-sama meninjau daerah terdampak bencana alam di Sumatera. Baginya, hal itu menjadi bukti nyata bahwa tidak ada perintah pengawasan seperti yang dituduhkan.

“Bukti-bukti ini menunjukkan hubungan kita sangat baik, tidak ada masalah sama sekali. Sekali lagi, saya memastikan tidak ada perintah dari Mas Budi ataupun rapat internal atau pembahasan sekecil apa pun di Fraksi Gerindra untuk melakukan pengawasan seperti yang dituduhkan,” katanya.

Andre menjelaskan, instruksi yang diberikan pimpinan fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, kepada para kader justru bersifat konstruktif, yaitu turun ke daerah pemilihan (dapil) dan memastikan program kemaslahatan bagi rakyat berjalan lancar. Ia menduga narasi miring tersebut sengaja diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba koalisi pemerintahan.

“Instruksi dari pimpinan fraksi kepada seluruh anggota DPR dari Gerindra sangat jelas: turun ke dapil dan pastikan program kemaslahatan rakyat berjalan lancar. Narasi miring ini sengaja diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan mengadu domba kesolidan koalisi pemerintahan,” imbuhnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar