Enam Tim Lolos, Empat Tim Tersingkir Wajah Baru Fase Grup Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk
Piala Dunia 2026 baru memasuki pekan perdana fase grup, namun peta persaingan mulai menunjukkan bentuk yang jelas. Hingga Selasa (23/6/2026), enam negara sudah memastikan diri melaju ke babak 32 besar sementara empat tim lainnya harus mengakui ketidakmampuan mereka bersaing di turnamen dengan format baru yang mempertemukan 48 peserta. Dinamika ini menjadi indikator awal bahwa ekspansi jumlah tim tidak menghilangkan hukum rimba kompetisi hanya mengubah cara tim-tim kecil bertahan hidup.
Format baru yang diterapkan FIFA untuk pertama kalinya ini membagi 48 peserta ke dalam 12 grup. Dua tim teratas masing-masing grup otomatis lolos, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik. Secara matematis, peluang sebuah tim untuk melangkah ke fase gugur memang lebih besar dibanding edisi 32-tim. Namun, data dari dua pekan pertama menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas masih menjadi faktor determinan. Haiti, Turkiye, Tunisia, dan Yordania menjadi korban pertama semuanya menelan dua kekalahan beruntun dan kehilangan peluang sebelum pertandingan ketiga dimainkan.
Dari kubu yang lolos, Meksiko dan Amerika Serikat tampil sebagai tim tuan rumah paling meyakinkan. Meksiko, yang bermain di hadapan publik sendiri di Grup A, tidak hanya melaju mulus tetapi juga sudah mengamankan posisi juara grup. Keuntungan ini memberi El Tri jalur yang lebih ringan di fase knockout dan potensi bermain di kandang hingga babak 16 besar. Amerika Serikat di bawah arahan Mauricio Pochettino juga menunjukkan konsistensi dua kemenangan dari dua pertandingan Grup D membawa mereka ke puncak klasemen sebelum laga terakhir melawan Turkiye.
Jerman menyusul sebagai tim ketiga yang lolos setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading di Toronto. Tiga tim lainnya Argentina, Perancis, dan Norwegia mengamankan tiket setelah matchday kedua. Perancis yang diperkuat Kylian Mbappe tampil impresif dengan kemenangan atas Irak di tengah penundaan pertandingan selama dua jam akibat kendala teknis. Sementara Norwegia, yang selama bertahun-tahun menjadi tim pinggiran di panggung sepak bola global, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka melangkah ke fase gugur Piala Dunia berkat dwigol Erling Haaland yang menghancurkan Senegal 3-2.
Dari kubu tim yang tersingkir, skuad asal Karibia Haiti menjadi yang pertama angkat koper setelah kalah 0-3 dari Brasil di Grup C. Perjalanan Haiti di Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedua mereka sepanjang sejarah partisipasi, dan harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Aturan baru FIFA yang mengutamakan rekor pertemuan langsung (head-to-head) ketimbang selisih gol membuat posisi mereka semakin sulit secara matematis, meski secara poin masih mungkin mengejar.
Fenomena lain yang patuk dicermati datang dari kubu Senegal. Sempat disebut sebagai salah satu tim harapan Afrika, skuad asuhan Pape Thiaw justru terpuruk di dasar Grup H setelah kalah dari Perancis dan Norwegia. Di luar lapangan, kamp Senegal diguncang masalah internal mulai dari kualitas konsumsi yang dikeluhkan sebagian anggota delegasi, bonus pemain yang belum dibayarkan, hingga proses perpanjangan kontrak pelatih yang berlarut-larut. Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye bahkan harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan sengketa kontrak Thiaw yang nilainya akhirnya disepakati naik dari £210.000 menjadi £480.000 per tahun. "Ini masalah prinsip dan rasa hormat yang kini sudah selesai," ujar Thiaw kepada media di New Jersey, Minggu (21/6/2026).
Dengan masih tersisa satu pekan fase grup, prospek babak 32 besar masih menyisakan banyak tanda tanya. Tim-tim seperti Maroko, Portugal, Inggris, dan Brasil yang belum memastikan tiket diyakini akan segera menyusul. Bagi Indonesia, meskipun tidak terlibat langsung, Piala Dunia 2026 edisi 48-tim ini menjadi preseden menarik pada 2030 mendatang, peluang untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia akan semakin terbuka lebar dengan bertambahnya jatah kursi untuk Asia. Momentum yang harus dipersiapkan sejak sekarang, bukan hanya di atas kertas.
Artikel Terkait
Kiprah Asia di Piala Dunia 2026: Jepang dan Australia Bersinar, Iran Terjepit Konflik, Indonesia Menyimak dari Jauh
Lionel Messi Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 usai Bawa Argentina ke 32 Besar
Persebaya Surabaya Dikaitkan dengan Gelandang Bertahan Eks PSM Makassar Gledson Paixão
Boca Juniors Dekati Paulo Dybala di Tengah Buntu Negosiasi Kontrak dengan AS Roma