Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan adanya pihak-pihak yang sengaja membesar-besarkan isu seolah-olah kondisi negara sedang berada di ambang keruntuhan. Menurut Dasco, situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan mengambil keuntungan dari dinamika isu global yang tengah berkembang.
“Fenomena akhir-akhir ini ada yang memanfaatkan isu global, dampak dari global itu kemudian untuk membuat kita tidak stabil,” ujar Dasco saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia sejatinya masih kuat. Namun, ia menyayangkan adanya upaya yang sengaja menggiring opini publik seolah negeri ini tengah mengalami masa-masa sulit yang ekstrem. “Kita fundamental ekonomi kita kuat, fiskal kita kuat. Tapi kemudian digoreng seolah-olah bahwa kita ini adalah negara yang sedang mengalami saat-saat keruntuhan, padahal tidak demikian,” lanjutnya.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Dasco meminta seluruh elemen buruh untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah. Ia menekankan pentingnya kekompakan antara buruh dan pemerintah demi menciptakan kesejahteraan bersama. “Oleh karena itu saya minta kepada teman-teman buruh sekalian kita harus bersatu, kita harus kompak menjaga pemerintahan, menjaga rakyat kita bersama-sama, menjaga kekompakan buruh untuk kesejahteraan kita semuanya,” kata Dasco.
Sementara itu, dalam forum yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, melaporkan kondisi memprihatinkan yang dihadapi anggotanya. Ia menyampaikan bahwa sekitar 55 ribu buruh di Bekasi terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kenaikan harga gas industri. “Bang Dasco yang saya hormati. Bang, sekarang, hari ini, kita mengalami kesulitan sangat luar biasa. Dua pabrik anggota saya yang terbesar di Bekasi tutup, Bang. Itu Granito, sebentar lagi menyusul Milenium Keramik dan Mulia Keramik karena gas industri. Ini bahaya sekali,” ujar Andi Gani saat memberi sambutan.
Andi Gani menjelaskan, PHK massal tersebut diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, yakni pekan depan. Ia mengaku telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan mendapat janji bahwa keputusan terkait harga gas akan diumumkan pada pekan ini. “Dapat dipastikan Bang Dasco, minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55.000 orang ter-PHK,” katanya. “Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri, saya sudah ketemu Menteri ESDM, Bung Iqbal, janjinya awal minggu ini harus ada keputusan,” lanjutnya.
Menanggapi laporan tersebut, Dasco langsung mengambil langkah cepat. Ia menghubungi Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, melalui sambungan telepon yang diperdengarkan di hadapan peserta Rakernas. “Halo Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Rakernas KSPI, iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri apakah ada jalan keluar?” tanya Dasco.
Menanggapi pertanyaan itu, Simon menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan pihak PGN dan melakukan penyesuaian harga. “Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang-yang sesuai,” jawab Simon.
Dasco kemudian menjelaskan secara gamblang mengenai ancaman badai PHK yang membayangi puluhan ribu buruh. Ia meminta Simon untuk segera duduk bersama mencari solusi guna memitigasi dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. “Jadi begini Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga musti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55.000 katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan,” ujar Dasco. “Nah mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya,” lanjutnya.
Simon menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk berdiskusi lebih lanjut. “Baik setuju, setuju Pak Dasco,” jawab Simon singkat. “Oke ya, makasih ya,” tutup Dasco mengakhiri percakapan.
Artikel Terkait
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral
Insinyur Chip Kini Jadi Primadona Baru di Pasar Kerja dan Perjodohan Korea Selatan
Pemerintah Belum Pastikan Lokasi Upacara HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN
Rubio Tolak Rencana Iran Tarik Biaya Tol Kapal di Selat Hormuz