Antrean kendaraan yang mengular di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, jadi sorotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Ini terjadi saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Menurutnya, penyebab utama kemacetan panjang itu adalah banyaknya pengemudi kendaraan niaga yang nekat melanggar aturan pembatasan operasi.
Padahal, aturan itu dibuat dengan satu tujuan: agar perjalanan mudik masyarakat bisa berjalan lancar. Dudy pun mendesak para pengusaha logistik untuk patuh. Aturan pembatasan ini sendiri masih berlaku hingga akhir pekan depan.
"Ada masyarakat yang perlu kami layani dan perlu akomodasi dalam rangka perjalanan mudik," tegas Dudy di Jakarta Selatan, Senin (16/3).
Akibat pelanggaran itu, kondisi di Gilimanuk pun kian semrawut. Pantauan terakhir pada pukul 14.00 WITA menunjukkan ekor antrean sudah mencapai sekitar KM 15. Jalannya pun terpotong-potong, tidak lancar sama sekali.
Di sisi lain, upaya mengurai kemacetan terus digeber. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut berbagai langkah percepatan operasional sedang dijalankan. Intinya, agar arus kendaraan menuju pelabuhan bisa tetap bergerak.
Kepolisian, misalnya, sudah memberlakukan sistem satu arah dalam radius 4,5 kilometer dari pelabuhan sejak Senin siang. Mereka juga mengalihkan kendaraan kecil ke Buffer Zone Kargo. Harapannya, jalur utama bisa lebih longgar.
Dari sisi penyeberangan, ASDP mengerahkan 35 unit kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pola operasi mereka padat sekali. Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga masih dipakai di beberapa dermaga, biar kapal cepat balik lagi.
"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrian hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,” jelas Heru.
Jadi, situasinya memang lagi genting. Semua pihak berharap langkah-langkah darurat ini bisa segera meredakan kepadatan yang terjadi di gerbang masuk Bali itu.
Artikel Terkait
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok