Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO

- Jumat, 01 Mei 2026 | 04:45 WIB
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO

Bukittinggi – Ada angin segar buat Ngarai Sianok. Kementerian Pariwisata, atau Kemenpar, ternyata serius mendorong kawasan ini naik kelas. Bukan sekadar jadi andalan lokal, mereka ingin Ngarai Sianok diakui sebagai warisan global oleh UNESCO. Sebuah langkah yang katanya untuk memperkuat perlindungan terhadap kekayaan alam Sumatra Barat, khususnya di Kota Bukittinggi.

Menteri Pariwisata, Widiyanti, sempat datang langsung ke lokasi. Ia melihat kondisi Ngarai Sianok dari Panorama Lubang Jepang, Bukittinggi. Di sana, ia blak-blakan soal rencana ini.

"Geosite Minangkabau di area Ngarai Sianok kami usulkan untuk ditingkatkan. Kalau sudah nasional ke UNESCO Global, bakal jadi landmark dunia," ujarnya, Kamis, 30 April 2026, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Widiyanti, status UNESCO Global Geopark (UGGp) bukan cuma soal gengsi. Dampaknya bakal terasa ke seluruh objek wisata di Bukittinggi. Turis asing, katanya, bakal melirik tempat-tempat seperti ini.

"Sehingga turis asing bisa datang lebih banyak. Kita lihat saja seperti objek wisata Danau Toba di Sumatra Utara," tambahnya.

Di sela-sela kunjungan, Menpar sempat berswafoto di Panorama Baru. Latar belakangnya tebing-tebing menjulang dan aliran sungai yang membelah Ngarai Sianok. Pemandangan yang memang sulit diabaikan. Kawasan ini, perlu dicatat, membentang di dua daerah: Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mendampingi menteri. Ada juga anggota DPR RI Irman Gusman. Mereka bersama-sama meninjau Lubang Jepang, objek wisata sejarah yang letaknya persis di sisi ngarai.

Nah, soal proses pengakuan ini, Ramlan bilang pemerintah daerah sudah bergerak. Mereka sedang menyiapkan berkas persyaratan yang bakal dikaji oleh Tim Verifikasi Geopark UNESCO. Bukan perkara mudah, tapi mereka optimistis.

"Sudah sepantasnya Ngarai Sianok diakui secara global. Nilai keasliannya masih terpelihara, baik dari sisi geologi maupun budaya. Proses penyiapan syarat terus kami penuhi untuk dimajukan ke PBB tahun depan," ungkap Ramlan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar