Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN

- Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB
Mensos Gus Ipul Dorong Setiap Desa Miliki Operator Data Sendiri demi Akurasi DTSEN

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul punya gagasan baru. Ia mendorong setiap desa untuk punya operator data sendiri. Tujuannya? Biar Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa terus diperbarui dengan akurat. Soalnya, sekarang DTSEN ini jadi acuan utama buat nyalurin bantuan sosial dan program pemberdayaan.

Menurut Gus Ipul, kuncinya ada di peran aktif operator data, perangkat desa, dan petugas lapangan. Kalau mereka semua bergerak, data DTSEN bisa makin sempurna. Dan ujungnya, intervensi negara pun tepat sasaran. Gak asal tebak, gitu.

"Jadi data itu kita terima dari bawah. Kita gak mau ada Kepala Desa, Bupati, atau Wali Kota yang gak tahu soal data tersebut. Setiap data harus disalurkan lewat jalur resmi dan partisipasi," tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima audiensi Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, dan Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz. Pertemuan berlangsung di Kantor Kemensos sehari sebelumnya, Rabu (29/4/2026).

Di sisi lain, Gus Ipul juga mengingatkan para kepala daerah untuk rajin memperbaharui data. Soalnya, data itu sifatnya dinamis, selalu berubah. Nah, yang menarik, data yang sudah dimutakhirkan nantinya bakal dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bukan lagi di Kementerian Sosial. "Jadi tidak ada otak-atik data dulu," katanya sambil tersenyum tipis, mungkin.

Selain urusan data, Gus Ipul juga minta kepala daerah aktif menjaring siswa baru untuk Sekolah Rakyat. "Saya minta untuk berperan dalam penjangkauan siswa Sekolah Rakyat," ucapnya.

Proses penjangkauannya sendiri cukup bertahap. Pertama, calon siswa yang terdata di desil 1-2 DTSEN jadi prioritas. Lalu, data mereka diverifikasi langsung ke lapangan oleh pendamping PKH, BPS, dan pemerintah daerah. Setelah itu, ada dialog dan persetujuan dengan orangtua atau wali. Baru deh, tahap akhir: kepala daerah menetapkan mereka sebagai calon siswa Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menjelaskan soal sistem multi entry multi exit. Kedengarannya rumit, tapi intinya sederhana. Setiap calon siswa bakal diasesmen dulu sebelum masuk. Tujuannya untuk menentukan jenjang dan tingkatan kelas yang pas dengan kemampuan mereka. Hasilnya? Ada anak yang langsung masuk kelas 6 SD, ada yang langsung ke kelas 3 SMP, bahkan ada yang langsung ke kelas 3 SMA.

"Kita asesmen terlebih dahulu sesuai kemampuan mereka masing-masing," jelasnya.

Gus Ipul juga ngasih kabar gembira. Tahun ini, ada 453 lulusan pertama dari Sekolah Rakyat. Rinciannya: 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA. Lumayan banyak, ya.

Sementara itu, soal pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang dan Deli Serdang, kabarnya sedang berjalan. Proses konstruksi masih berlangsung. Targetnya? Rampung dan siap beroperasi pada Juni 2026. Semoga tepat waktu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar