Sebagian besar murid di Indonesia menyatakan harapan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus berlanjut. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, yang menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut sejalan dengan penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
"Dari 7 KAIH tersebut terdapat poin makan sehat dan bergizi yang implementasinya terwujud melalui pelaksanaan MBG di sekolah," kata Mu'ti dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Berdasarkan data yang dimutakhirkan hingga 10 Juni 2026, sebanyak 80,7 persen murid telah menerima manfaat dari program ini. Dari total sekitar 53 juta murid di Indonesia, lebih dari 43 juta di antaranya telah merasakan langsung dampak positif program tersebut.
"Berbagai survei dan umpan balik pelaksanaan program juga menunjukkan bahwa sebagian besar murid penerima manfaat berharap program MBG dapat terus dilanjutkan," ujarnya.
Menurut Mendikdasmen, sejumlah modul pendukung telah disiapkan untuk memperkuat implementasi program MBG di sekolah. Sementara itu, hasil penelitian dari Labsosio dan Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyebutkan bahwa MBG memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, serta capaian akademik murid.
"Sejumlah penelitian yang dilakukan, termasuk dari Labsosio, Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan capaian akademik murid," katanya.
Artikel Terkait
Harga Pangan Hari Ini: Bawang Putih Melonjak 8,88 Persen, Cabai Justru Merosot
Selebritas Hollywood Meriahkan Pembukaan Piala Dunia 2026 di Los Angeles
Pengamat Sebut Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Tekan Harga dan Dongkrak Konektivitas Nasional
Koalisi Jaksa Agung AS Buka Penyelidikan Besar-besaran terhadap OpenAI