Pertandingan dramatis di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu malam, menjadi saksi keberhasilan Bintang Timur Surabaya mempertahankan mahkota juara Pro Futsal League (PFL) Indonesia musim 2025-2026 setelah menaklukkan Cosmo JNE Jakarta dengan skor tipis 4-3 pada leg kedua grand final. Kemenangan ini sekaligus memastikan tim asal Jawa Timur tersebut mengunci gelar juara dengan keunggulan agregat, menyusul kemenangan 4-2 pada leg pertama yang digelar beberapa hari sebelumnya.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan langsung memperagakan permainan agresif dan saling menekan. Bintang Timur Surabaya beberapa kali mengancam melalui aksi Samuel Eko, namun belum mampu membobol pertahanan lawan. Di sisi lain, Cosmo JNE juga tidak tinggal diam. Mereka merespons dengan serangan cepat yang merepotkan lini belakang Bintang Timur. Penjaga gawang Bintang Timur, Ahmad Habiebie, dipaksa bekerja keras melakukan sejumlah penyelamatan krusial untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil bagi Cosmo JNE pada menit ke-19. Ruan Nakamatsu berhasil memecah kebuntuan dan membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan tipis tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Cosmo JNE tampil semakin efektif. Mereka menggandakan keunggulan pada menit ke-22 melalui gol Reza Gunawan. Pukulan telak bagi Bintang Timur semakin dalam ketika Andri Kustiawan mencetak gol ketiga pada menit ke-31, membuat skor menjadi 3-0 dan situasi kian genting bagi tim tamu.
Namun, perlawanan sengit justru lahir dari keterpurukan. Bintang Timur Surabaya mulai bangkit setelah Ardiansyah Runtuboy memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Momentum berbalik semakin kuat ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada Bintang Timur pada menit ke-32. Firman Ardiansyah yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, mengubah skor menjadi 3-2.
Drama puncak terjadi di penghujung laga. Pada menit ke-38, Samuel Eko mencetak gol penyama kedudukan menjadi 3-3, membuat pendukung Bintang Timur bergemuruh. Tidak berhenti sampai di situ, keajaiban tercipta semenit berselang. Habiebie, yang sebelumnya sibuk mengamankan gawang, justru menjadi pahlawan dengan golnya pada menit ke-39. Skor berubah menjadi 4-3 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini tidak hanya sekadar mengamankan gelar juara musim ini. Bintang Timur Surabaya sukses mempertahankan dominasi mereka dengan meraih trofi kelima secara beruntun di kompetisi futsal tertinggi tanah air. Prestasi ini semakin menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan yang sulit tergoyahkan dalam beberapa musim terakhir.
Sebagai juara, Bintang Timur Surabaya juga mendapatkan tiket untuk mewakili Indonesia di ajang Intercontinental Cup. Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Brasil pada November 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Serangan Israel ke Hizbullah di Lebanon Ancam Kesepakatan Damai AS-Iran
Polda Metro Tutup 10 Ruas Jalan Jakarta saat Kunjungan Presiden Jerman, Senin 15 Juni 2026
Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan ke Pemerintah dan BI di Tengah Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Thailand U-19 Kalah 0-2 dari Australia di Final Piala AFF, Pelatih Justru Bangga