Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2026 akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 20 hingga 23 Juni mendatang, dengan undangan resmi telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Organizing Committee Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa rangkaian acara akan dimulai di pesantren tersebut. Sementara itu, penutupan direncanakan berlangsung di Bangkalan, Madura, meskipun ia menekankan bahwa hal itu masih bersifat rencana dan belum menjadi keputusan final.
“Munas dan Konferensi Besar akan dimulai tanggal 20 Juni dan berakhir pada 23 Juni, insyaallah. Pembukaannya di Pondok Pesantren Ploso. Sementara penutupannya, insyaallah direncanakan di Bangkalan, Madura. Namun, ini masih berupa rencana dan belum menjadi keputusan,” ujar Gus Ipul, Minggu (14/6/2026).
Dalam penyelenggaraan kali ini, panitia memastikan Presiden Prabowo Subianto turut diundang. Langkah tersebut mengikuti tradisi Munas dan Konbes sebelumnya yang selalu menghadirkan kepala negara. Meski demikian, kepastian kehadiran Presiden masih menunggu penyesuaian agenda dan kesediaan dari pihak istana.
“Kalau melihat Munas dan Konbes sebelumnya, kita memang selalu mengundang Presiden. Waktunya tentu menyesuaikan dengan kesediaan dan agenda yang dimiliki presiden,” kata Gus Ipul.
Di sisi lain, panitia terus melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah siap. Berbagai unsur kepengurusan NU di tingkat pusat hingga daerah akan dilibatkan dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Pondok Pesantren Ploso.
“Panitia terus melakukan konsolidasi. Minggu depan kami akan menggelar rapat lengkap di Pondok Pesantren Ploso, baik dari jajaran PBNU, PWNU, maupun PCNU setempat. Ini untuk memastikan seluruh perencanaan sudah tuntas dan semuanya siap menyambut kehadiran para peserta Munas dan Konferensi Besar,” jelasnya.
Panitia juga masih merumuskan tema yang akan diusung dalam Munas dan Konbes tahun ini. Salah satu usulan yang mengemuka adalah “Menata Jam’iyah, Menguatkan Jamaah, dan Menuntun Peradaban”. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa usulan tersebut belum bersifat final dan masih menunggu persetujuan dari pimpinan tertinggi organisasi.
“Terkait tema, masih berupa usulan-usulan. Kami mengusulkan Menata Jam’iyah, Menguatkan Jamaah, dan Menuntun Peradaban. Itu baru berupa usulan. Selebihnya akan diteruskan kepada Ketua Umum dan Rais Aam,” ucapnya.
Munas dan Konbes NU 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 500 peserta dan peninjau dari berbagai wilayah di Indonesia. Agenda ini tidak hanya menjadi forum pembahasan isu keagamaan dan keorganisasian, tetapi juga momentum konsolidasi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran jam’iyah dan jamaah di tengah tantangan kebangsaan serta peradaban yang terus berkembang.
Editor: Hendra Wijaya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BPBD Lumajang Imbau Warga Waspada Luncuran Awan Panas Gunung Semeru yang Masih Berstatus Siaga
Trump Minta Israel Hentikan Serangan ke Beirut, Peringatkan Kesepakatan Damai dengan Iran di Ambang Gagal
SIMAKDIALOG Hidupkan Kembali Proyek GONG, Lanjutkan Eksplorasi Musik Arsitektur Bunyi Riza Arshad
Haji 2026 Lebih Tertata, Kemenag Tindak KBIHU Nakal dan Genjot Kampung Haji Indonesia