Presiden Prabowo Terima Laporan Langsung Rosan Soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia

- Minggu, 14 Juni 2026 | 21:25 WIB
Presiden Prabowo Terima Laporan Langsung Rosan Soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada akhir pekan. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menerima laporan langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, terkait hasil kunjungan kerja ke luar negeri.

Sejumlah menteri tampak hadir mendampingi pertemuan tersebut. Mereka antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria. Turut hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet yang dikutip pada Minggu (14/6/2026), Presiden menerima paparan mengenai hasil perjalanan Rosan ke Amerika Serikat, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Laporan tersebut, menurut keterangan yang sama, menunjukkan data dan fakta yang valid mengenai meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

“Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” demikian bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas kepada Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik. Kepala Negara meminta agar pengumuman dilakukan pada Senin (15/6) siang di Istana Merdeka.

“Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat,” lanjut keterangan dari Sekretariat Kabinet.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar