PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berencana memperluas lini bisnisnya dengan mengembangkan sistem manajemen transportasi berbasis teknologi informasi, sebuah langkah strategis untuk memperkuat daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan layanan logistik yang terintegrasi. Perusahaan mengalokasikan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar yang seluruhnya berasal dari dana internal untuk membiayai pengembangan sistem tersebut.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan peralatan kantor, pengembangan perangkat lunak, pengurusan perizinan, serta modal kerja awal. Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen ASSA menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap perubahan lanskap industri transportasi dan logistik. Tantangan saat ini, menurut perusahaan, tidak lagi hanya soal ketersediaan armada, melainkan juga kemampuan mengelola informasi operasional secara terpadu.
“Rencana penambahan ini (kegiatan usaha) akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 17 Juni 2026,” tulis manajemen ASSA dalam keterangan resminya.
Sistem yang dikembangkan, yakni Transportation Management System (TMS) Integrated Solution, dirancang untuk mengoptimalkan berbagai aspek operasional. Mulai dari perencanaan rute, pemantauan pengiriman, pengendalian service level agreement (SLA), hingga rekonsiliasi biaya transportasi, semuanya dapat dikelola dalam satu platform.
Selain itu, sistem ini akan dilengkapi dengan layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan Control Tower. Kedua fitur tersebut memungkinkan pemantauan operasional secara langsung serta penanganan insiden secara proaktif. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) juga akan ditambahkan untuk meningkatkan visibilitas, termasuk pelacakan GPS, pemantauan suhu dan kelembapan, serta analisis perilaku pengemudi.
Penambahan kegiatan usaha ini mencakup beberapa klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), antara lain aktivitas pemrograman komputer lainnya, penerbitan perangkat lunak lainnya, jasa sistem komunikasi data, serta konsultasi dan perancangan IoT.
ASSA menargetkan peluncuran komersial TMS pada Agustus 2026. Saat ini, sistem masih berada dalam tahap uji coba internal dengan sejumlah modul utama, seperti Order Management, Shipment Management, Monitoring, Customer Billing, Freight Settlement, serta Dashboard & Report.
Berdasarkan studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR), rencana ekspansi ini dinilai layak secara bisnis. Melalui langkah ini, perseroan berharap dapat menciptakan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya di industri logistik berbasis teknologi.
Artikel Terkait
Pefindo Pertahankan Peringkat idA untuk WIFI, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi Bisnis
IPO SpaceX Cetak Rekor: Alokasi 30% untuk Investor Ritel Picu Aksi Beli Masif di Hari Perdana
KETR Targetkan Pendapatan Tembus Rp1,01 Triliun pada 2026, Ditopang Segmen Developer
TOSK Bagikan Dividen Rp1,9 Miliar untuk Tahun Buku 2025