IPO SpaceX Cetak Rekor: Alokasi 30% untuk Investor Ritel Picu Aksi Beli Masif di Hari Perdana

- Minggu, 14 Juni 2026 | 13:30 WIB
IPO SpaceX Cetak Rekor: Alokasi 30% untuk Investor Ritel Picu Aksi Beli Masif di Hari Perdana

Antusiasme investor ritel terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX langsung meledak pada hari pertama perdagangan di bursa Amerika Serikat. Para investor individu berbondong-bondong memeriksa alokasi jatah saham di akun sekuritas dan surel mereka, sementara sebagian lainnya memilih membeli saham secara agresif di pasar reguler. Aksi ini dipicu oleh komitmen pendiri SpaceX, Elon Musk, bersama sindikasi penjamin emisi yang mengalokasikan hingga 30 persen dari total saham publik untuk segmen ritel angka penjatahan tertinggi yang mencetak rekor baru dalam sejarah Wall Street.

Persaingan untuk mendapatkan saham perdana SpaceX menjadi sangat ketat karena besarnya porsi yang disediakan bagi investor individu. Alhasil, sebagian investor langsung beralih ke pasar sekunder begitu perdagangan dibuka. Salah satu investor ritel, Joseph Gutheinz, pensiunan penyelidik NASA yang kini berprofesi sebagai pengacara, mengaku sangat puas bisa membeli saham SpaceX senilai 100 ribu dolar AS (sekitar 1,7 miliar rupiah) dengan harga sekitar 161 dolar AS (sekitar 2,8 juta rupiah) per lembar pada hari pertama.

Maraknya aksi beli dari segmen ritel ini menjadi salah satu motor utama yang mendorong lonjakan harga saham SpaceX hingga melejit 19 persen pada debut perdananya, melampaui ekspektasi awal pasar. Perwakilan SoFi, salah satu perusahaan broker ritel yang terlibat dalam sindikasi penjualan, mengakui bahwa IPO SpaceX merupakan penawaran umum terbesar dengan permintaan tertinggi sepanjang sejarah platform mereka.

Masifnya perputaran dana ritel di saham SpaceX tercatat menyumbang sekitar 4 persen dari total omzet perdagangan saham tunggal ritel di Wall Street pada hari Jumat tersebut. Nilai beli bersih mencapai 453 juta dolar AS (sekitar 8,05 miliar rupiah), atau setara 3,5 kali lipat volume perdagangan ritel saham Nvidia yang berada di posisi kedua. Berdasarkan data Vanda Research, dalam 20 menit pertama perdagangan, saham SpaceX langsung melesat ke posisi kedua saham teraktif dan berhasil mendominasi di puncak pada pertengahan sore.

Di sisi lain, tingginya permintaan membuat skema penjatahan awal tidak mampu memenuhi ekspektasi seluruh peminat. Banyak investor ritel di forum diskusi daring seperti Reddit mengeluhkan jatah yang mereka terima jauh di bawah jumlah yang dipesan. Kendali prioritas terhadap investor kecil ini sejalan dengan janji Elon Musk pada tahun 2024, di mana ia berkomitmen di platform X untuk memprioritaskan investor ritel, khususnya para pemegang saham Tesla, jika ada perusahaan privatnya yang melantai di bursa efek.

Loyalitas para pemegang saham terbukti sangat kuat. Mayoritas investor institusi maupun ritel yang memegang saham SpaceX sejak masih berstatus perusahaan tertutup menolak opsi lindung nilai (hedging) risiko karena sangat memercayai prospek jangka panjang perusahaan tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar