Lembaga pemeringkat efek Pefindo menegaskan kembali peringkat idA dengan prospek stabil bagi PT Solusi Sinergi Digital Tbk, yang dikenal dengan kode emiten WIFI atau merek dagang Surge. Keputusan ini mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan di tengah ekspansi bisnis yang tengah berjalan.
Peringkat yang sama juga diberikan terhadap rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan WIFI senilai total Rp2,5 triliun. Tak hanya itu, Pefindo juga memberikan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Berkelanjutan WIFI dengan nilai yang sama, menunjukkan kesinambungan penilaian terhadap instrumen utang konvensional maupun syariah perseroan.
Dalam laporan yang dirilis pada Kamis, 11 Juni 2026, Pefindo menyebutkan bahwa peringkat tersebut mencerminkan sejumlah keunggulan kompetitif. Di antaranya adalah kepemilikan infrastruktur berkualitas baik, margin laba yang tinggi, serta potensi pertumbuhan arus kas masuk yang eksponensial dari ekspansi bisnis.
“Peringkat mencerminkan keuntungan memiliki infrastruktur dengan kualitas yang baik, margin laba yang tinggi, dan potensi pertumbuhan arus kas masuk eksponensial dari ekspansi bisnis,” tulis Pefindo dalam laporannya.
Meski demikian, peringkat WIFI tidak sepenuhnya tanpa hambatan. Pefindo menilai perseroan masih dibatasi oleh risiko eksekusi proyek untuk menunjukkan kinerja yang stabil. Hal ini mengingat perusahaan masih tergolong baru dalam tahap operasi, memiliki profil keuangan yang moderat, serta terpapar risiko regulasi terkait ekspansi jaringan.
Ke depan, peringkat berpotensi naik apabila WIFI berhasil mengeksekusi ekspansi bisnis Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber to the Home (FTTH) secara tepat waktu. Kesuksesan itu harus didukung oleh penggelaran home passed yang efisien serta akuisisi pelanggan dengan tingkat penerimaan tinggi sesuai target perusahaan.
“Hal ini diharapkan akan berdampak secara signifikan terhadap arus kas masuk dan menghasilkan perbaikan profil keuangan,” tutur WIFI.
Di sisi lain, peringkat dapat tertekan jika kinerja WIFI secara signifikan berada di bawah target yang telah diantisipasi. Risiko penurunan peringkat juga meningkat apabila perseroan cenderung lebih agresif dalam mendanai aktivitas bisnis tanpa diimbangi penguatan posisi bisnis.
Hingga akhir tahun 2025, komposisi pemegang saham WIFI terdiri dari PT Investasi Sukses Bersama dengan kepemilikan 54,42 persen, Djoni sebesar 5,28 persen, Tinawati sebesar 0,29 persen, dan publik sebesar 40,01 persen.
Artikel Terkait
IPO SpaceX Cetak Rekor: Alokasi 30% untuk Investor Ritel Picu Aksi Beli Masif di Hari Perdana
KETR Targetkan Pendapatan Tembus Rp1,01 Triliun pada 2026, Ditopang Segmen Developer
ASSA Siapkan Rp5,12 Miliar Kembangkan Sistem Manajemen Transportasi Terintegrasi
TOSK Bagikan Dividen Rp1,9 Miliar untuk Tahun Buku 2025