Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026

- Jumat, 01 Mei 2026 | 04:30 WIB
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026

Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, punya target. Rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, ditargetkan bisa masuk tahap akad penjualan pada akhir tahun 2026. Lumayan lama sih, tapi setidaknya ada kepastian.

Proyek ini, menurutnya, sudah masuk tahap awal. Peletakan batu pertama sudah dilakukan. Lahan juga sudah dibersihkan.

"Kami sudah ground breaking, sudah land clearing, mudah-mudahan kita bisa melakukan akad penjualan kepada rakyat di akhir tahun ini," ujarnya.

Nah, yang menarik, lahan untuk proyek rusun ini ternyata hibah. Bukan dibeli pakai uang negara. Lippo Group yang ngasih ke pemerintah.

"Jadi, negara mendapatkan tanah. Nah, yang membangun adalah Danantara," jelas Maruarar.

Jadi begini, pembangunan hunian vertikal itu dikerjakan oleh BPI Danantara. Ini semacam kerja sama antara pemerintah dan swasta. Menurut Maruarar, proyek ini jadi contoh nyata kolaborasi. Bukan cuma omong kosong.

Di sisi lain, pemerintah punya target yang cukup gede. Mau dibangun sampai 141.000 unit hunian vertikal di Kabupaten Bekasi. Bertahap, tentu saja. Program ini khusus buat masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka yang selama ini susah nyari tempat tinggal layak di penyangga ibu kota.

Pengamat Muhammad Qodari angkat bicara. Menurut dia, hunian vertikal memang solusi jitu. Soalnya lahan di sana makin terbatas. Udah kayak rebutan.

Ia juga memastikan, lokasi proyek ini udah memenuhi syarat. Administratif dan teknis, semua beres. Jadi pembangunan diharapkan lancar jaya.

Qodari juga ngapresiasi. Banyak pihak yang terlibat: Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Danantara Indonesia. Kolaborasi lintas sektor kayak gini, katanya, penting banget. Buat mendorong program perumahan nasional biar cepet terealisasi.

Ya, program ini bagian dari target besar. 3 juta rumah, gagasan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap, dengan sinergi sama swasta, akses masyarakat ke hunian yang layak, aman, dan terjangkau bisa makin luas. Mudah-mudahan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar