Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor

- Senin, 15 Juni 2026 | 13:10 WIB
Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor

Seorang pegawai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cikarang, Bekasi, berinisial MHF (21), tewas setelah menjadi korban pembacokan dalam aksi tawuran antarkelompok pemuda di Tanahsareal, Kota Bogor. Peristiwa nahas itu dipicu oleh bunyi klakson sepeda motor yang dibunyikan korban saat melintas di lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Tanahsareal, Iptu Roy Siagian, menjelaskan bahwa insiden berdarah tersebut terjadi pada Minggu (14/6) dini hari. Saat itu, korban bersama adiknya tengah dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor menuju kawasan Kebon Pedes. Di tengah perjalanan, mereka melewati sekelompok pemuda yang sedang terlibat tawuran.

“Dia mau pulang sama adiknya, naik motor mau lewat ke Kebon Pedes, lewatin orang tawuran itu, diklaksonin. Nah, disangkanya para pelaku ini, mungkin dia dari kelompok yang tawuran, jadi langsung dibacokin,” ujar Roy kepada awak media, Senin (15/6/2026).

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa MHF tidak tertolong. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Roy menyebutkan bahwa korban mengalami enam luka bacokan di sejumlah bagian tubuh.

“Ada enam titik bacokan di punggung, tangan, bahu. Jadi kemarin saya ke rumah sakit dan cek yang terlihat ada enam luka bacokan, termasuk di kepala,” kata Roy.

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, tawuran tersebut melibatkan geng dari wilayah Yasmin, Cimanggu, dan Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal. Korban yang tidak terlibat dalam pertikaian itu menjadi sasaran amuk para pelaku saat melintas bersama adiknya di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku pembacokan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar