Celah Hukum yang Bisa Membuat Gibran Otomatis Gantikan Prabowo Sebelum 2029

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Celah Hukum yang Bisa Membuat Gibran Otomatis Gantikan Prabowo Sebelum 2029

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi naik menjadi presiden menggantikan Prabowo Subianto sebelum masa jabatan berakhir pada 2029, jika Prabowo memutuskan mundur. Hal ini mengemuka dari pernyataan praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra yang menilai desakan publik dan kondisi kesehatan presiden berusia 74 tahun itu bisa memicu langkah tersebut.

Menurut Radjasa, skenario itu bisa terjadi setelah Agustus 2026. Ia merujuk pada situasi politik yang berpotensi memanas, ditambah faktor kesehatan Prabowo yang dinilainya tidak prima. "Sesungguhnya gini ya, kita dari kondisi kesehatan Prabowo itu juga enggak baik-baik aja loh. Enggak baik-baik aja. Eh, yang kita khawatirkan nanti ketika terjadi gonjang-ganjing ya kan mulai Agustus dan seterusnya ini bisa juga ya kan tiba-tiba Presiden mengundurkan diri karena desakan publik, yang jadi Wapres," ujarnya dalam kanal YouTube 2045 TV, Rabu (29/7).

Ia menegaskan bahwa pengunduran diri presiden berbeda dengan pemakzulan. "Kalau presiden mengundurkan diri itu beda loh. Mungkin bisa satu paket," imbuhnya. Radjasa kembali menekankan bahwa alasan mundurnya Prabowo adalah desakan publik yang kuat dan faktor kesehatan. "Ya itu tadi karena desakan publik ya kan (Presiden mengundurkan diri) yang begitu kuat kemudian kesehatan ya kan dia mundur ya," tandasnya.

Sementara itu, pada awal 2024, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengaku mendapat cerita dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roeslani bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2024, ia hanya akan menjabat dua tahun lalu digantikan Gibran. "Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran," kata Connie.

Namun, Rosan Roeslani membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa ucapan "dua tahun" justru pertama kali keluar dari mulut Connie sendiri. "Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu," ujar Rosan dalam konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan. "Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," lanjutnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags