Persebaya Puncaki Grup B Piala Presiden 2026, Tavares Soroti Akurasi Umpan dan Keputusan di Sepertiga Akhir

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:45 WIB
Persebaya Puncaki Grup B Piala Presiden 2026, Tavares Soroti Akurasi Umpan dan Keputusan di Sepertiga Akhir

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya masih membutuhkan banyak evaluasi meski telah mengamankan posisi puncak Grup B Piala Presiden 2026. Kepastian itu didapat setelah Bajol Ijo menundukkan Port FC dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam.

Kemenangan dalam laga pramusim ini menjadi modal berharga bagi Persebaya sebelum bersaing di kompetisi resmi Super League musim 2026/2027. Namun, Tavares belum sepenuhnya puas dengan performa anak asuhnya.

"Ini masih pramusim. Tentu masih banyak hal yang harus kami lakukan dan kami ubah jika ingin menjadi tim yang lebih baik," kata Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menyoroti kualitas penguasaan bola dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan. Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.

Evaluasi mengerucut pada momen ketika Persebaya unggul 2-1 dan melawan sepuluh pemain Port FC. Alih-alih semakin mendominasi, tim justru dinilai belum maksimal dalam mengendalikan jalannya laga dan menambah keunggulan.

"Kalau umpan kami lebih akurat dan pengambilan keputusan lebih baik, kami bisa mencetak gol ketiga atau keempat," ucapnya.

Persoalan adaptasi turut menjadi faktor yang memengaruhi penyesuaian strategi. Tavares mengakui para pemain baru dan legiun asing masih berproses, di samping langkah rotasi yang diterapkan sepanjang turnamen pramusim ini.

"Kalau bukan sekarang waktunya mencoba, kapan lagi. Saat liga dimulai saya tidak bisa lagi bereksperimen," tuturnya.

Gelandang Persebaya, Jefferson, menilai perkembangan positif yang ditunjukkan rekan-rekannya tidak lepas dari kedisiplinan dalam menjalankan skema pelatih serta efektivitas rotasi tim. Ia pun mengingatkan agar skuad tetap rendah hati.

"Kami harus tetap rendah hati, berkembang selangkah demi selangkah, dan terus berusaha menjadi lebih baik," katanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags