Menkeu Purbaya Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Menkeu Purbaya Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk memastikan sarana dan prasarana sekolah siap dan layak digunakan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan anggaran pendidikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya menyusuri rute keseharian peserta didik, mulai dari lingkungan asrama hingga ruang kelas. Ia meninjau kondisi furnitur, sirkulasi udara, serta kesiapan ruang kelas dan meja belajar untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi baik menunjang proses belajar-mengajar.

"Fasilitas sekolah ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik," kata Purbaya dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Melalui kunjungan ini, Kementerian Keuangan ingin melihat langsung penyerapan dan implementasi alokasi pembiayaan negara di sektor pendidikan. Hal ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," ujar Purbaya.

Fasilitas Lengkap di Lahan 6,6 Hektare

Kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Proyek pembangunan ini mencatatkan nilai kontrak sebesar Rp3,52 triliun dari total pagu anggaran sebesar Rp3,82 triliun. Hingga saat ini, penyerapan realisasi anggaran fisiknya telah mencapai Rp3,21 triliun.

Sekolah ini mengusung konsep pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu area. Selain ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, kompleks sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas asrama guna menunjang proses pembelajaran mandiri dan pembentukan karakter peserta didik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags