PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menolak permintaan warga untuk memanfaatkan lahan tidur miliknya di Menteng, Jakarta Pusat, sebagai arena bermain bola. Penolakan itu disampaikan menyusul adanya usulan dari warga yang ingin mengubah lahan kosong yang tak terawat itu menjadi lapangan serbaguna.
Pantauan di lokasi, Jalan Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2026), lahan tersebut berada tepat di samping rel kereta api. Kondisinya memprihatinkan: ditumbuhi rumput liar dan dipenuhi sampah. Lahan yang tidak terlalu lebar itu juga dibatasi tembok berpagar dengan perumahan warga, dan aksesnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Ketua Karang Taruna RW 08, Andika Prasetia (27), menjelaskan bahwa lahan milik KAI berbeda dengan lokasi yang selama ini digunakan untuk Liga Aspal, turnamen sepak bola antarwarga. Liga Aspal sendiri digelar di gang yang juga berdampingan dengan rel, namun masih di area jalanan yang biasa dilalui warga. Menurut Andika, warga mengusulkan pemanfaatan lahan KAI karena kondisinya yang tidak terawat justru menimbulkan masalah.
"Dan itu menjadi apa ya, jadi kumuh lah, karena kan di situ banyak rumput liar dan juga akhirnya mengundang sampah masyarakat gitu, buang ke situ atau apa bekas-bekas bangunan lah, akhirnya dibuang ke situ," kata Andika di lokasi, Minggu (2/7).
Warga, lanjut Andika, telah mengirimkan surat resmi ke KAI untuk meminta izin memanfaatkan lahan tersebut. Harapannya, lahan tidur itu bisa disulap menjadi ruang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
"Dalam isi surat pun itu jelas gitu, bahwa pemanfaatan lahan ini untuk dipergunakan untuk masyarakat gitu, untuk lapangan serbaguna. Dalam artian lapangan serbaguna nggak cuma main bola gitu kan," sebutnya.
Keinginan warga untuk memiliki tempat bermain bukan tanpa alasan. Andika menuturkan, Liga Aspal lahir dari keresahan anak-anak muda di lingkungannya yang gemar bermain bola namun tidak memiliki lapangan. Selama ini mereka kerap bermain di jalanan karena tidak ada ruang yang memadai.
"Kalau liga Aspal ini kan berawal dari keresahan anak-anak, ya. Maksudnya dalam artian begini, banyak anak-anak di sini tuh hobi bola. Setiap hari mereka suka main bola di jalanan, dan tidak ada ruang lapangan lah untuk mereka main bola," ungkapnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat mengizinkan aktivitas apa pun di area right of way (ROW) atau ruang milik jalur kereta api. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan operasional, pemeliharaan, dan keselamatan perjalanan kereta api.
"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Area ROW adalah ruang milik jalur kereta api yang hanya diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian, termasuk pemeliharaan, inspeksi, dan pengembangan prasarana. Berdasarkan hasil kajian keselamatan, aktivitas seperti bermain sepak bola maupun kegiatan masyarakat lainnya di area tersebut memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap pemain, penonton, maupun perjalanan kereta api. Karena itu, penggunaannya tidak dapat kami izinkan," kata Franoto, Sabtu (1/8).
Kebijakan ini didasarkan pada safety assessment yang menunjukkan bahwa penggunaan area ROW untuk aktivitas olahraga atau kegiatan publik memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta mengganggu operasional perjalanan KA. Franoto juga menyayangkan masih adanya anggapan di masyarakat yang menganggap lahan di sisi rel sebagai ruang terbuka yang bebas dimanfaatkan. Padahal, seluruh area tersebut dilindungi oleh peraturan perundang-undangan dan memiliki fungsi khusus dalam sistem perkeretaapian.
Artikel Terkait
KAI Tolak Lahan Tidur di Menteng untuk Main Bola, Warga Minta Dibersihkan
Lahan Tidur KAI di Menteng Dipakai Warga untuk Liga Bola, Manajemen Angkat Bicara
KAI Tolak Izin Liga Aspal di Lahan Tidur Menteng, Ini Alasannya
13 Kereta dari Gambir Tambah Berhenti di Jatinegara Imbas Zikir Nasional