Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan

- Jumat, 01 Mei 2026 | 04:35 WIB
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan

IDXChannel Kabar baik datang dari PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP). Emiten yang dikenal dengan nama Paradise Indonesia ini berhasil membalikkan keadaan. Dari sempat mencatat rugi bersih Rp132,87 miliar di kuartal I-2025, kini mereka membukukan laba bersih Rp44,07 miliar pada tiga bulan pertama 2026.

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P Susilo, angkat bicara. Dalam pernyataan resmi pada Kamis (30/4/2026), ia menjelaskan bahwa laba bersih kali ini lebih mencerminkan pertumbuhan organik perusahaan.

"Kinerja laba bersih saat ini lebih mencerminkan pertumbuhan organik perseroan, yang didorong oleh kinerja segmen usaha, khususnya segmen komersial," ujarnya.

Menurut Anthony, pertumbuhan segmen komersial ini tidak lepas dari ekspansi yang dilakukan tahun lalu. Salah satunya, 23 Paskal Shopping Center di Bandung. Proyek itu, katanya, mulai memberikan dampak positif pada kinerja kuartal I-2026.

Nah, bicara soal pendapatan, periode Januari-Maret 2026 memang menunjukkan tren positif. Dibanding tahun sebelumnya, pendapatan naik 14 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp326,90 miliar. Semua lini bisnis perhotelan, komersial, dan penjualan properti ikut nyumbang.

Yang menarik, segmen komersial jadi kontributor terbesar. Pendapatannya mencapai Rp157,14 miliar, tumbuh 19 persen YoY. Disusul segmen perhotelan dengan Rp135,50 miliar, naik tipis 4 persen. Sementara penjualan properti mencatat lonjakan paling tajam: Rp34,26 miliar, melesat 38 persen dibanding periode sebelumnya.

Anthony mengungkapkan, kenaikan signifikan di segmen properti itu terutama karena pengakuan pendapatan dari serah terima unit Antasari Place. Proses handover masih berlangsung sejak awal tahun ini.

Ke depannya, perusahaan mengaku akan fokus pada ekspansi yang terukur. Tujuannya jelas: memperkuat recurring income alias pendapatan berulang, sambil menjaga pertumbuhan jangka panjang. Mereka juga akan terus menggenjot portofolio di wilayah-wilayah strategis yang potensial.

Sejalan dengan itu, Paradise Indonesia mengarahkan pengembangan aset pada karakter pendapatan berulang. Strategi ini diyakini bisa mendorong stabilitas arus kas dan memperkuat kualitas pendapatan di tengah dinamika industri properti yang terus berubah.

Untuk tahun ini, mereka menargetkan kontribusi recurring income tetap di kisaran 70 persen. Target itu didukung oleh aset strategis yang dimiliki serta keberlanjutan inisiatif ekspansi.

“Di Paradise Indonesia, kami tidak sekadar mengembangkan properti, tetapi menghadirkan aset berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang melalui pendapatan berulang. Dengan strategi ini, kami meyakini Paradise Indonesia akan terus bertumbuh secara sehat, sekaligus menjaga momentum kinerja yang tangguh dan berkesinambungan di masa mendatang,” ujar Anthony.

Ia menambahkan, perusahaan terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang lewat strategi ekspansi yang terarah. Fokusnya pada pengembangan portofolio aset yang bisa menghasilkan pendapatan berulang secara berkelanjutan.

Dalam waktu dekat, ada proyek anyar yang bakal rampung: 23 Semarang Shopping Center. Mall ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026. Harapannya, bisa memperkuat kontribusi recurring income, terutama dari segmen komersial.

Tak cuma itu, Paradise Indonesia juga melanjutkan ekspansi melalui proyek mixed-use 88 Plaza di Balikpapan. Lokasinya strategis, di pusat kota. Pembangunan fase pertama sudah dimulai sejak akhir Januari, dengan fokus pada infrastruktur. Uniknya, proses pre-sales sudah berjalan dan minat pasar terbilang tinggi.

Melengkapi diversifikasi, perusahaan akan melanjutkan ekspansi di segmen komersial dan perhotelan. Tujuannya jelas: memperkuat pendapatan berulang dan menjaga kinerja yang berkelanjutan. Mereka sudah menyiapkan pipeline pengembangan, termasuk Antasari Place Tower 2 dan pengembangan 88 Plaza. Semua akan dijalankan secara terukur dan terencana.

“Paradise Indonesia meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara terukur akan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas recurring income. Dengan strategi ini, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid dan berkelanjutan ke depan,” kata Anthony.

Di sisi lain, kinerja operasional juga menunjukkan penguatan. EBITDA tercatat naik 20 persen, dari Rp83,95 miliar menjadi Rp100,67 miliar. Peningkatan ini, menurut manajemen, mencerminkan fundamental bisnis yang solid, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional yang terus dijalankan.

(Dhera Arizona)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar