IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik

- Minggu, 14 Juni 2026 | 17:20 WIB
IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan pada pekan depan, dengan target menguji level psikologis 6.100. Optimisme ini muncul seiring membaiknya sentimen global dan sejumlah faktor domestik yang dinilai mendukung pergerakan pasar modal Tanah Air.

Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, mengungkapkan bahwa pasar keuangan Indonesia saat ini mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan nilai tukar rupiah, serta optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, IHSG berpeluang bergerak dalam rentang konsolidasi menguat dengan level support di 5.900 hingga 5.677, sementara resistance berada di kisaran 6.100 sampai 6.264.

“IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 5.900 sampai level 5.677 dan resistance di level 6.100 sampai level 6.264,” ujar Hans saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Hans menambahkan, harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong penguatan bursa saham global. Kondisi ini turut menekan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Penurunan harga minyak dinilai positif bagi Indonesia karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi, memperbaiki neraca perdagangan, serta meringankan beban fiskal yang berkaitan dengan subsidi energi.

Dari sisi domestik, optimisme pasar juga ditopang oleh revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hans menyoroti keputusan Bank Dunia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lima persen, dari sebelumnya 4,7 persen, seiring kuatnya aktivitas ekonomi pada awal tahun.

“Rupiah dan IHSG sama-sama menguat karena faktor eksternal dan internal. Potensi berakhirnya konflik AS dan Iran di Timur Tengah yang berimbas pada pembukaan Selat Hormuz dan turunnya harga minyak menjadi salah satu sentimen,” tuturnya.

Sentimen positif lainnya datang dari sektor perbankan yang menjadi salah satu motor penggerak utama penguatan IHSG dalam beberapa waktu terakhir. Investor menilai komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi berpotensi meningkatkan margin industri perbankan. Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga di luar jadwal juga dipandang positif oleh pelaku pasar karena memperkuat daya tarik aset keuangan domestik dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, investor juga mencermati langkah pemerintah yang berencana menata ulang sejumlah program prioritas guna menjaga ruang fiskal dan memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah batas tiga persen terhadap produk domestik bruto.

Sementara itu, dari sisi global, meskipun Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan potensi perlambatan ekonomi dunia pada 2026 akibat tingginya biaya energi, pasar masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa tekanan geopolitik mulai mereda. Pasar juga terus memantau arah kebijakan bank-bank sentral utama dunia. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat, sedangkan Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan masih membuka peluang untuk melanjutkan siklus pengetatan moneter.

Dengan kombinasi meredanya risiko geopolitik, penguatan rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta optimisme terhadap sektor perbankan, IHSG berpeluang melanjutkan reli pada pekan depan. Level 6.100 menjadi target terdekat yang akan diuji oleh pelaku pasar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar