Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95, Tembus Rp16.250 per Liter

- Senin, 15 Juni 2026 | 08:40 WIB
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95, Tembus Rp16.250 per Liter

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 per Rabu, 10 Juni 2026, dengan selisih kenaikan mencapai hampir Rp4.000 per liter untuk Pertamax. Kebijakan ini langsung berdampak pada daftar harga yang berlaku secara nasional mulai Senin, 15 Juni 2026, sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi perusahaan.

Berdasarkan informasi yang dirilis Pertamina, harga Pertamax untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya kini dibanderol Rp16.250 per liter. Angka ini melonjak dari harga sebelumnya yang berada di posisi Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan lebih tajam, dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98 masih dijual Rp20.750 per liter, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing bertahan di level Rp23.000 per liter dan Rp24.800 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga ini tidak seragam di seluruh wilayah Indonesia karena adanya perbedaan komponen pajak daerah dan biaya distribusi. Sebagai contoh, di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter, lebih tinggi dibandingkan harga di Jakarta. Sementara itu, di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, Pertamax dijual lebih murah, yakni Rp15.250 per liter, dan di FTZ Batam hanya Rp15.500 per liter.

Untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax tercatat Rp17.000 per liter, sama dengan harga di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Di Pulau Jawa mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur harga Pertamax berada di angka Rp16.250 per liter, dengan tambahan varian Pertamax Green 95 seharga Rp17.000 per liter.

Di kawasan Indonesia Timur, seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax juga dipatok Rp16.250 per liter. Namun, khusus di NTT, tersedia Biosolar nonsubsidi dengan harga Rp22.900 per liter. Sementara itu, di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, Pertamax dijual Rp16.650 per liter, sedangkan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencapai Rp17.000 per liter.

Untuk kawasan Sulawesi mencakup Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat harga Pertamax seragam di angka Rp16.650 per liter. Di Maluku dan Maluku Utara, harga Pertamax juga sama, yakni Rp16.650 per liter, namun tanpa varian Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Hal serupa berlaku di Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, di mana Pertamax dibanderol Rp16.650 per liter tanpa beberapa produk nonsubsidi lainnya.

Di Papua Barat dan Papua Barat Daya, harga Pertamax juga Rp16.650 per liter, dengan tambahan Pertamina Dex seharga Rp25.350 per liter. Secara keseluruhan, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap konsisten di seluruh wilayah, masing-masing Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter, menunjukkan bahwa pemerintah masih mempertahankan kebijakan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar