Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung membongkar gudang penyimpanan obat keras tertentu (OKT) ilegal di Perum Buana Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dari penggerebekan itu, polisi menyita 784.500 butir obat keras berbagai merek dan mengamankan seorang tersangka.
Kasat Narkoba Polresta Bandung, Kompol Made Putra, mengungkapkan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap jaringan peredaran OKT yang diduga beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung. "Dari hasil pengungkapan ini kami berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial RJ yang berasal dari Aceh. Tersangka diduga menjadikan rumah di Perum Buana Cicalengka Blok G-2 Nomor 22, Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, sebagai lokasi penyimpanan sekaligus distribusi obat keras tertentu ilegal," ujar Made dalam konferensi pers di Mapolresta Bandung, Rabu (29/7).
Saat penggeledahan, polisi menemukan ratusan ribu butir obat keras berbagai merek, yakni Tramadol, Heximer, Trihexyphenidyl, Double Y, dan DMP. Seluruh barang bukti dibawa ke Mapolresta Bandung untuk proses penyidikan. Berdasarkan pemeriksaan awal, obat-obatan itu diduga akan diedarkan ke sejumlah daerah melalui sistem pemesanan tertutup. Polisi menduga pelaku memanfaatkan jasa kurir agar aktivitasnya tidak terdeteksi aparat.
Made menegaskan peredaran OKT tanpa izin merupakan tindak pidana yang membahayakan masyarakat. "Peredaran obat keras tertentu tanpa izin merupakan tindak pidana yang sangat membahayakan. Selain melanggar hukum, penyalahgunaan obat-obatan ini dapat merusak kesehatan, memicu ketergantungan, hingga menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal lainnya," katanya.
Atas perbuatannya, RJ dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2), subsider Pasal 436 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar. Polresta Bandung menyatakan akan terus menindak jaringan peredaran narkotika dan OKT ilegal di wilayah hukumnya.
Artikel Terkait
Polisi Masih Buru Mahasiswi Unisba yang Hilang Sejak Senin