Ajax Amsterdam resmi mendatangkan penyerang asal Nigeria, Tolu Arokodare, dari Wolverhampton Wanderers dengan status pinjaman selama satu musim. Kesepakatan tersebut mencakup klausul opsi pembelian permanen pada akhir musim 2026-2027.
Pemain berusia 25 tahun itu tampil dalam 38 pertandingan dan mencetak enam gol untuk Wolves musim lalu. Kehadirannya diharapkan memperkuat lini serang Ajax yang tengah bersiap menghadapi kompetisi domestik dan Eropa.
Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruijff, menyambut positif kedatangan Arokodare. Menurutnya, sang pemain memiliki karakteristik unik yang belum dimiliki lini depan tim sebelumnya.
"Bersama Tolu, kami mendatangkan seorang penyerang dengan profil yang belum pernah kami miliki sebelumnya di dalam skuad," ujar Cruijff. Ia menambahkan, "Dia adalah pemain yang kuat secara fisik dan telah membuktikan dirinya sebagai seorang pencetak gol."
Manajemen Ajax optimistis kontribusi Arokodare akan signifikan. "Kami yakin dia akan memberikan kontribusi penting bagi tim musim depan," tutur Cruijff.
Proses transfer ini sempat mengejutkan Arokodare sendiri. Ia mengaku tidak menyangka saat agennya menyampaikan ketertarikan Ajax. "Perasaan yang luar biasa," katanya. "Sejak masih anak-anak saya sudah tahu tentang klub ini, tetapi saya tidak pernah membayangkan diri saya bermain untuk klub ini."
Arokodare menambahkan bahwa reputasi Ajax sangat tersohor di Nigeria, meski liga Belanda jarang ditonton di sana. "Di Nigeria, tidak banyak orang yang menonton liga Belanda tetapi semua orang tahu tentang Ajax," ujarnya.
Negosiasi berjalan cepat berkat antusiasme sang pemain. "Saya sangat tidak sabar karena saya sudah tahu tentang ketertarikan itu. Saya terus menekan agen saya dan akhirnya itu terjadi. Saya sangat senang," ungkap Arokodare. Bahkan, ia sempat mengira agennya bercanda saat pertama kali memberi kabar.
"Pada awalnya, saya pikir agen saya bercanda. Saya bahkan berkata: Saya tidak pernah membayangkan ini. Dia memberi tahu saya, dan saya berpikir: oke, itu hebat, saya tertarik," kenangnya.
Arokodare menegaskan kesiapannya memberikan kemampuan terbaik untuk Ajax. "Ajax adalah klub terbesar di Belanda dan salah satu klub terbesar di Eropa. Saya tidak sabar untuk memulai dan membantu tim. Semoga kita bisa sukses bersama," tuturnya.
Kedatangan Arokodare menuai tanggapan dari pengamat Ziggo Sport, Jan van Halst dan Sam van Royen. Mereka menilai kehadiran Arokodare mengancam posisi penyerang lain, seperti Kasper Dolberg. "Ini adalah akhir jalan bagi Dolberg, seratus persen," kata Van Halst.
Van Royen meragukan ada klub yang bersedia menampung Dolberg dengan harga tinggi setelah performanya kurang maksimal. "Itu sudah selesai. Tapi siapa yang masih akan membelinya sekarang?" ujarnya. Ia menambahkan aspek finansial yang mungkin merugikan Ajax jika melepas Dolberg saat ini. "Setidaknya, mereka tidak akan menghasilkan keuntungan darinya lagi, karena dia dibeli seharga 9 juta (10 juta, red.)," tutur Van Royen.
Van Halst setuju dengan pandangan rekannya. "Saya juga berpikir begitu. Tapi bagaimanapun, ini juga tanpa harapan baginya. Tahun lalu, tentu saja, dia juga tidak benar-benar memberikan kesan bahwa dia ingin melakukan segalanya untuk membuat kembalinya ke Ajax menjadi kesuksesan yang gemilang," katanya. Meski mengakui bakat teknis Dolberg, Van Halst menilai sang pemain kurang menunjukkan karakter kepemimpinan. "Dia tentu saja pemain yang berbakat luar biasa secara teknis, tetapi pada usia tertentu mereka mengharapkan sedikit lebih banyak dari Anda di dalam sebuah tim. Itu tidak benar-benar ada dalam karakternya," ujarnya.
Ajax dijadwalkan memulai musim Eredivisie 2026-2027 dengan laga tandang melawan PEC Zwolle pada 9 Agustus.
Artikel Terkait
Shelbourne Selangkah Lagi Hadapi Ajax di Conference League
Maarten Paes Diproyeksikan Kembali Jadi Starter Ajax di Leg Kedua Kualifikasi Liga Konferensi Eropa
Gol Bunuh Diri di Menit Akhir Gagalkan Kemenangan Ajax atas Bochum
Ajax Tolak Tawaran Perdana Eintracht Frankfurt untuk Anton Gaaei