Kedatangan Marc-Andre Ter Stegen ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim panas ini langsung mengubah hierarki di bawah mistar gawang. Kiper asal Jerman yang dipinjam dari Barcelona itu sukses menyingkirkan Maarten Paes dari posisi utama, setelah sebelumnya Paes menjadi andalan selama pramusim dan tampil dalam tiga laga Conference League.
Ter Stegen telah mencatatkan dua penampilan di Liga Belanda. Pada debutnya, ia menjaga gawangnya tetap perawan saat Ajax menang 2-0 atas PEC Zwolle. Namun, pada laga berikutnya melawan Heerenveen, ia kebobolan dua gol dan pertandingan berakhir imbang 2-2.
Meski kebobolan dua kali, penampilan Ter Stegen tetap menuai pujian. Media Belanda, Voetbal International, menilai kiper berusia 34 tahun itu memiliki kemampuan yang sangat lengkap. Dalam laga melawan Heerenveen, ia mencatatkan enam penyelamatan penting dan kerap bertindak sebagai bek tambahan berkat penguasaan bola yang baik. Ia aktif dalam membangun serangan dari lini belakang, mampu menahan bola, membaca ruang, dan mengalirkan umpan akurat di bawah tekanan lawan.
Performa impresif itu membuat Sofascore memberinya rating 8.2, tertinggi kedua di skuat Ajax pada pertandingan tersebut. Kehadirannya diprediksi menjadi keuntungan besar bagi Ajax sepanjang musim.
Situasi ini menjadi tantangan berat bagi Maarten Paes. Kiper berusia 28 tahun yang direkrut dari FC Dallas dengan kontrak 3,5 tahun itu harus berjuang keras merebut kembali posisinya. Musim lalu, Paes mencatatkan 11 penampilan, kebobolan 17 gol, dan enam clean sheet dari 17 pertandingan.
Artikel Terkait
Blunder Ter Stegen Picu Dukungan untuk Maarten Paes di Ajax
Sanchez Tetap Percaya Maarten Paes di Tengah Adaptasi Ter Stegen di Ajax
Ajax Siapkan Dana 55 Juta Euro untuk Empat Rekrutan Baru
Debut Manis Ter Stegen di Ajax, Posisi Maarten Paes Terancam