Diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan seksual pria. Salah satu gangguan yang mungkin terjadi adalah masalah ejakulasi, termasuk kondisi ketika air mani tidak keluar saat mencapai orgasme.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa diabetes memang dapat memengaruhi proses ejakulasi pada sebagian pria. "Ternyata masalah diabetes itu salah satu yang meng-impact ke seksual, yaitu bikin dia jadi enggak bisa ejakulasi," katanya dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Menurut dr. Jefry, penderita diabetes tetap dapat merasakan orgasme atau kepuasan saat berhubungan seksual. Namun, pada beberapa kasus, cairan mani tidak keluar sebagaimana mestinya karena mengalami kondisi yang dikenal sebagai retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograd. "Dia puasnya dapat, tapi enggak ada cairan yang keluar. Kalau bahasa medisnya kita sebut dengan retrograde ejaculation," jelasnya.
Ejakulasi retrograd terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan saraf yang berperan dalam proses ejakulasi. Akibatnya, air mani tidak keluar melalui uretra, melainkan mengalir kembali ke kandung kemih. "Karena pada orang diabetes gula darahnya tinggi, itu bisa merusak saraf yang mengatur fungsi ejakulasi. Akhirnya, air mani yang seharusnya keluar justru masuk ke kandung kemih," tuturnya.
Salah satu tanda yang dapat mengarah pada kondisi ini adalah perubahan warna urine setelah orgasme. Air kemih dapat tampak lebih keruh atau keputihan karena bercampur dengan cairan mani. "Makanya ketika buang air kecil, pasien melihat urinenya tampak lebih putih dari biasanya. Itu bisa menjadi tanda adanya air mani yang masuk ke kandung kemih. Kondisi ini cukup sering dijumpai pada pasien diabetes," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kemenkes Soroti Gaya Hidup Sedentari Anak Muda Picu Lonjakan Diabetes
Konsumsi Gula Berlebihan: Ancaman Diabetes hingga Penyakit Jantung