Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang kondisi tubuhnya sendiri. Pada pria, tekanan psikologis bahkan bisa memunculkan anggapan bahwa ukuran penis mengecil, meski secara medis sebenarnya tetap berada dalam kisaran normal.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa persepsi tersebut lebih sering dipengaruhi oleh faktor psikologis dibandingkan perubahan ukuran penis yang sebenarnya.
"Ada kelainan penis kecil yang disebabkan oleh faktor psikis, alias pikiran. Jadi sebetulnya, pria tersebut penisnya normal-normal aja, ukuran panjangnya sudah sesuai rata-rata. Tetapi dia selalu merasa enggak puas, dia merasa kalau penisnya kecil, mungil," kata dr. Jefry.
Menurutnya, stres maupun gangguan kecemasan dapat menimbulkan distorsi persepsi terhadap tubuh sendiri. Akibatnya, seseorang merasa ukuran penisnya tidak ideal meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang normal.
"Nah, hati-hati ya, karena ada beberapa kondisi gangguan kejiwaan, stres, atau tekanan pikiran yang akhirnya bisa membuat kita menjadi bias dalam menilai panjang penis," lanjutnya.
Faktor Lain yang Memengaruhi Persepsi
Selain faktor psikologis, dr. Jefry mengatakan sudut pandang saat melihat organ intim juga dapat memengaruhi persepsi seseorang. Pria umumnya melihat penis dari atas, sedangkan saat melihat penis orang lain, sudut pandangnya berasal dari depan sehingga ukuran dapat tampak berbeda.
Kondisi lain, seperti rambut kemaluan yang lebat, juga dapat membuat penis terlihat lebih pendek meski ukuran sebenarnya tidak berubah.
"Terlebih kalau kita melihat panjang penis orang lain kan dari sudut pandang depan. Saat melihat penis sendiri, kita melihatnya dari atas. Biasanya dari atas terlihat lebih kecil, apalagi kalau bulu kemaluannya lebat. Padahal sebetulnya normal," jelas dr. Jefry.
Karena itu, ia menyarankan pria tidak hanya mengandalkan persepsi visual. Pengukuran yang dilakukan dengan cara yang benar dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai ukuran penis.
"Makanya sangat penting kita harus mengukur. Kalau memang cara mengukurnya sudah tepat dan panjangnya masih dalam batas normal, enggak perlu minder. Karena prinsipnya itu sudah sangat cukup untuk memuaskan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Diabetes Bisa Sebabkan Pria Alami Ejakulasi Retrograd, Air Mani Masuk ke Kandung Kemih
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria yang Bikin Ereksi Mendadak Menurun Saat Berhubungan Intim
Penelitian Ungkap Bayi Laki-laki Lebih Rentan Stres, Butuh Pengasuhan Hangat