Sembilan orang tewas ketika ratusan migran berusaha menerobos masuk ke wilayah Ceuta, eksklave Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko. Juru bicara pemerintah Spanyol mengonfirmasi jumlah korban tersebut, Jumat (31/7/2026).
"Sembilan jenazah telah ditemukan," ujarnya. Banyak dari para migran yang mencoba mencapai Ceuta dengan berenang melewati pagar perbatasan.
Sehari sebelumnya, ribuan migran dilaporkan memasuki Ceuta dari Maroko, membuat aparat Guardia Civil kewalahan mengamankan perbatasan. Mereka masuk melalui jalur laut di kawasan pemecah gelombang Tarajal. Rekaman video memperlihatkan sejumlah migran berenang menggunakan ban dalam dan alat apung lainnya, sementara sebagian lain menerobos gerbang pagar sebelum berlari menuju wilayah Spanyol.
Juru bicara Guardia Civil mengatakan para migran masuk "secara besar-besaran dari laut" melalui Tarajal, namun jumlah pasti yang berhasil menyeberang belum dapat dipastikan. Televisi pemerintah Spanyol, TVE, melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 migran telah memasuki Ceuta, meskipun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Artikel Terkait
Ribuan Migran Serbu Ceuta, Pemerintah Daerah Minta Status Darurat
Maroko Beri Nama Jalan Raya Baru dengan Nama Donald Trump
Dubes Maroko Ungkap Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta untuk Indonesia
Indonesia Ekspor 38,4 Ton Kopi ke China dan Maroko Manfaatkan Sistem Resi Gudang