Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang berhak mengenakan biaya dalam bentuk apa pun terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Rubio di tengah upaya Iran yang disebut-sebut hendak memberlakukan biaya tol bagi kapal-kapal yang melewati jalur maritim strategis tersebut.
Rubio menyampaikan sikap tegasnya saat tiba di Abu Dhabi, sebelum rangkaian pertemuannya dengan para pemimpin Uni Emirat Arab (UEA). Menurut laporan Xinhua pada Rabu (24/6/2026), Iran berusaha memungut biaya dari setiap kapal yang melintasi selat yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Namun, Rubio dengan jelas menolak langkah tersebut.
"Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk mengenakan biaya tol atau lainnya di jalur air internasional. Itu adalah hukum internasional yang berlaku," kata Rubio kepada wartawan.
Pelayaran di Selat Hormuz sendiri saat ini lumpuh akibat perang yang melibatkan Iran di satu sisi, serta Amerika Serikat dan Israel di sisi lain. Konflik tersebut telah mengguncang pasokan minyak, gas, dan sejumlah komoditas penting lainnya yang bergantung pada jalur tersebut.
Dalam kunjungannya ke kawasan Teluk, Rubio dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin UEA sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuwait dan Bahrain. Di Bahrain, ia dijadwalkan menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk. Beberapa negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS kini berada dalam situasi genting. Mereka menjadi sasaran serangan balasan Iran setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. UEA disebut-sebut sebagai salah satu negara yang paling parah terkena dampak dari serangan balasan tersebut.
Meski ketegangan masih membara, terdapat secercah perkembangan diplomatik. Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pekan lalu untuk mengakhiri permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon. Kesepakatan ini membuka jalan bagi digelarnya pembicaraan tingkat tinggi di resor Burgenstock, Swiss, yang dijadwalkan dimulai pada hari Minggu mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral
Insinyur Chip Kini Jadi Primadona Baru di Pasar Kerja dan Perjodohan Korea Selatan
Pemerintah Belum Pastikan Lokasi Upacara HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN
Mantan Ketua PN Kudus Dipecat karena Terima Uang Lelang Rp2 Miliar