Ledakan industri kecerdasan buatan global telah mengubah peta status sosial di Korea Selatan. Karyawan raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix kini menempati posisi elite baru, baik di pasar kerja maupun pasar perjodohan. Fenomena ini didorong oleh melonjaknya keuntungan perusahaan, bonus karyawan yang fantastis, serta harga saham yang terdongkrak permintaan global terhadap chip AI.
Konsultan perjodohan di Korea Selatan menyebut para pegawai dua perusahaan itu kini disejajarkan dengan dokter, pengacara, dan profesi bergengsi lain yang selama puluhan tahun mendominasi hierarki sosial. Son Dong-gyu, Kepala Eksekutif biro perjodohan Bien Aller, mengatakan jika dulu pegawai SK Hynix dan Samsung dianggap kandidat kelas A atau B , sekarang mereka mendekati kelas A . Padahal, kategori A sebelumnya hampir selalu ditempati oleh dokter, pengacara, profesional berpenghasilan tinggi, atau individu dari keluarga sangat kaya.
Lee Sung-mi, konsultan perjodohan dari SUNOO, menambahkan bahwa profesi medis dan hukum masih sangat dihormati. Namun, respons terhadap pegawai perusahaan chip tak kalah antusias. “Ketika kami memperkenalkan seseorang yang bekerja di SK Hynix, sering kali reaksi yang muncul adalah, ‘Wah, orang seperti itu juga ada di sini?’,” ujarnya.
Perubahan persepsi ini mencerminkan transformasi ekonomi Korea Selatan yang semakin bergantung pada teknologi tinggi. Sektor semikonduktor kini menyumbang lebih dari 40 persen total ekspor negara itu. Profesor Lee Hyung-min dari Departemen Teknik Semikonduktor Korea University menilai industri chip akhirnya memperoleh pengakuan yang sebanding dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Pada Senin lalu, SK Hynix bahkan melampaui Samsung Electronics dan menjadi perusahaan paling bernilai di Korea Selatan berdasarkan kapitalisasi pasar. Bonus besar yang diterima karyawan industri chip turut memperkuat citra eksklusif sektor tersebut. Tahun lalu, SK Hynix merevisi sistem bonusnya, sementara Samsung mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja yang memungkinkan sebagian karyawan divisi chip memperoleh bonus kinerja hingga sekitar 416.000 dolar AS. Sebagai perbandingan, data pemerintah menunjukkan rata-rata pekerja Korea Selatan hanya memperoleh pendapatan sekitar 45 juta won atau setara 29.758 dolar AS per tahun pada 2024.
Insinyur Chip Menyalip Dokter dan Pengacara
Popularitas industri chip juga mengubah arah pendidikan generasi muda. Jika sebelumnya jalur kedokteran dan hukum menjadi tujuan utama siswa berprestasi, kini semakin banyak pelajar yang mengincar jurusan teknik semikonduktor. Sejumlah lembaga bimbingan belajar bahkan mulai membuka kelas khusus persiapan wawancara kerja untuk Samsung dan SK Hynix.
Park Jun-young, mantan pegawai Samsung yang kini menjadi konsultan karier mahasiswa, mengatakan persaingan masuk ke dua perusahaan tersebut kini disebut semakin mirip dengan ketatnya seleksi masuk universitas elite. “Persaingan untuk masuk Samsung dan SK Hynix menjadi sangat intens dan mulai menyerupai kompetisi masuk perguruan tinggi,” katanya.
Meningkatnya minat tersebut terlihat pada program Teknik Semikonduktor Korea University yang dibuka bersama SK Hynix pada 2021. Data Jongro Academy menunjukkan nilai masuk program tersebut mencapai rekor tertinggi pada tahun akademik ini. Koo Bon-ho, mahasiswa tahun pertama program tersebut, mengatakan industri chip menawarkan prospek pekerjaan yang lebih menjanjikan dibanding banyak sektor lain. “Dibanding teman-teman saya, saya merasa relatif lebih aman mengenai masa depan pekerjaan,” ujarnya.
AI Menjadi Mesin Baru Mobilitas Sosial
Lonjakan minat terhadap industri chip juga dipicu kekhawatiran generasi muda terhadap masa depan pekerjaan. Tingkat pengangguran warga Korea Selatan berusia 15 hingga 29 tahun mencapai 6,1 persen pada 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri semikonduktor dipandang sebagai salah satu sektor dengan prospek pertumbuhan paling stabil.
Pelajar sekolah kejuruan pun mulai melihat pekerjaan di pabrik semikonduktor sebagai jalur karier yang menjanjikan karena sebagian posisi hanya mensyaratkan ijazah sekolah menengah. Jung Sung-chan, siswa berusia 19 tahun dari Pyeongtaek Meister High School, telah menerima tawaran kerja dari Samsung Electronics sebagai teknisi fasilitas chip. Ia mengaku banyak temannya iri terhadap peluang yang ia peroleh. “Bahkan setelah kuliah sekalipun, sekarang sulit mendapatkan pekerjaan, sehingga tempat ini menjadi semakin populer,” katanya.
Para analis memperkirakan ledakan industri AI masih akan berlanjut setidaknya dua hingga tiga tahun ke depan. Artinya, sektor semikonduktor kemungkinan tetap menjadi simbol baru kemapanan ekonomi, prestise sosial, dan mobilitas kelas menengah di Korea Selatan.
Artikel Terkait
KPK Kembalikan Rp153,6 Miliar ke Taspen, Total Pemulihan Aset Korupsi Investasi Fiktif Tembus Rp1 Triliun
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral
Pemerintah Belum Pastikan Lokasi Upacara HUT ke-81 RI di Jakarta dan IKN
Rubio Tolak Rencana Iran Tarik Biaya Tol Kapal di Selat Hormuz