Pertamina secara resmi mengukuhkan 350 perempuan pelaku usaha terbaik dari program PFpreneur 2026, sebuah langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam rantai ekonomi nasional. Mereka terpilih dari total 8.210 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didaftarkan oleh perempuan pengusaha, setelah melalui rangkaian pembelajaran dan seleksi berjenjang selama tiga bulan terakhir.
Program PFpreneur merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang dijalankan oleh Pertamina Foundation. Inisiatif ini diluncurkan sejak 2020 dan telah memberdayakan 6.325 wirausaha perempuan, dengan 840 di antaranya menjadi binaan aktif PFpreneur. Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, mengungkapkan bahwa tahun ini 350 peserta terpilih setelah melalui empat tahapan seleksi yang ketat.
"Tahun 2026, terpilih 350 womenpreneur yang telah melalui proses pembelajaran dan penguatan kapasitas yang terbagi menjadi empat tahapan seleksi, yakni pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final dengan sistem seleksi melalui pre-test, post-test, dan penugasan berkelompok," kata Gusman dalam acara Inaugurasi PFpreneur 2026, Senin, 22 Juni 2026.
Pada tahap pra-kurasi, sebanyak 3.489 peserta lolos seleksi administrasi dan memperoleh pembelajaran dasar kewirausahaan yang mencakup kepemimpinan, pemahaman konsumen, serta penguatan nilai produk dan pasar. Selanjutnya, pada kurasi 1, sebanyak 2.339 peserta terpilih mengikuti materi pembelajaran terkait operasional bisnis, struktur biaya dan penetapan harga, analisis kompetitor, strategi pemasaran, hingga evaluasi penjualan.
Memasuki kurasi 2, sebanyak 1.279 UMKM mendapatkan pembelajaran mengenai pengembangan produk, branding dan positioning bisnis, pembuatan konten visual promosi, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung pertumbuhan usaha. Pada tahap akhir, kurasi final, sebanyak 802 peserta mengikuti pendampingan intensif terkait strategi pertumbuhan bisnis, pengelolaan keuangan, penyusunan pitch deck, kemampuan public speaking, hingga negosiasi dan komunikasi bisnis.
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus Dewan Pembina Pertamina Foundation, Emma Sri Martini, menegaskan bahwa penguatan kekuatan domestik melalui ekosistem UMKM menjadi kunci menghadapi dinamika global. Menurutnya, PFpreneur merupakan salah satu bentuk upaya Pertamina dalam memberikan pembinaan, kurasi, dan funneling secara bertahap.
"Harapannya, usaha lokal para womenpreneur ini memiliki kemampuan untuk Go Digital dan Go Online serta ketika fundamentalnya sudah kuat, kita lakukan leverage marketing untuk membawa mereka Go Global. Hal ini sejalan dengan Asta Cita terkait pertumbuhan ekonomi nasional melalui pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Emma.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP) Pusat, Priscilia Simon Mantiri, mengapresiasi konsistensi Pertamina Foundation dalam menghadirkan ruang belajar dan ruang tumbuh bagi perempuan Indonesia. Menurutnya, 350 womenpreneur yang terpilih merupakan bukti bahwa perempuan Indonesia memiliki ketangguhan dalam mengembangkan usaha.
"Ketika seorang perempuan berdaya, yang tumbuh bukan hanya dirinya. Keluarganya ikut bertumbuh, lingkungannya ikut berkembang, dan pada akhirnya bangsa ini pun ikut menjadi lebih kuat. Karena itu kami percaya investasi terbaik adalah investasi pada manusia, khususnya perempuan," kata Priscilia.
Setelah menyelesaikan program PFpreneur, para womenpreneur terpilih berkesempatan mengikuti pembinaan UMKM Pertamina lanjutan, yakni UMK Academy. Emma menambahkan bahwa menjadi bagian dari PFpreneur adalah sebuah pencapaian, tetapi yang lebih penting adalah menjaga semangat untuk terus belajar.
"Pertamina melalui program TJSL telah menyiapkan jalur pembinaan berkelanjutan, yakni UMK Academy agar para pelaku UMKM terus berkembang menjadi pengusaha yang berdaya saing dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya," pesan Emma.
Artikel Terkait
Pelaporan Eks Ketua BEM UGM ke Polisi Dinilai Upaya Alihkan Isu Kritik ke Ranah Privat
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
PMI Jakarta Pusat Gelar Jumbara dan Jumtek, 1.725 Anggota PMR Dibekali Karakter Tanggap Darurat
KPK Limpahkan Berkas Tiga Eks Pejabat Bea Cukai ke Pengadilan, Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar