Danrem 072/Pamungkas Tarik Paksa Ajudan yang Tak Pakai Nomor Peserta di Jogja Maraton, Korem Sebut Sudah Damai

- Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB
Danrem 072/Pamungkas Tarik Paksa Ajudan yang Tak Pakai Nomor Peserta di Jogja Maraton, Korem Sebut Sudah Damai

Sebuah video yang memperlihatkan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menarik paksa ajudannya yang tidak mengenakan nomor peserta saat mengikuti ajang Jogja Maraton, viral di media sosial. Peristiwa yang terekam dan menyebar luas itu memicu beragam spekulasi di publik, namun pihak Korem memastikan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Terjadi kesalahpahaman saja, dan sudah saling memaafkan,” ujar Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, saat dikonfirmasi pada Senin (22/6/2026).

Dalam keterangan tertulisnya, Suwito memaparkan kronologi kejadian secara rinci. Menurutnya, ajudan tersebut sejatinya memiliki nomor identitas peserta atau yang dikenal dengan istilah Bib saat mengikuti kegiatan lari tersebut.

“Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama istri, satu orang anak, serta satu ajudan, mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum yang dimilikinya dan telah terdaftar secara resmi sebagaimana peserta lainnya,” jelas Suwito.

Ia menambahkan bahwa ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta. Namun, dalam pelaksanaannya di lintasan yang cukup padat, nomor peserta tersebut diduga terlepas sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat diperiksa oleh petugas.

Sementara itu, Suwito menegaskan bahwa setelah insiden tersebut terjadi, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak, menurutnya, sepakat bahwa peristiwa itu murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik tanpa meninggalkan ganjalan.

“Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik,” ujar Suwito.

Di akhir pernyataannya, ia berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini secara proporsional. “Pada prinsipnya, hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags