PSM Makassar Masih Butuh Tambahan Pemain di Hampir Semua Lini

- Senin, 10 Agustus 2026 | 20:00 WIB
PSM Makassar Masih Butuh Tambahan Pemain di Hampir Semua Lini

Pemusatan latihan PSM Makassar di Yogyakarta belum menjadi gambaran final komposisi tim untuk menghadapi Super League 2026/2027. Pelatih Darije Kalezic justru menilai skuad yang ada saat ini masih jauh dari cukup, sehingga manajemen masih membuka ruang bagi pemain baru untuk bergabung.

Sebanyak 26 pemain dibawa ke Yogyakarta untuk mengikuti persiapan. Jumlah tersebut terdiri dari sembilan gelandang, tujuh pemain belakang, enam penyerang, dan empat penjaga gawang. Meski enam pemain akademi telah dilibatkan, Kalezic menegaskan kebutuhan tambahan masih ada di hampir semua sektor.

“Komposisi pemain memang belum cukup, meskipun kami sudah dibantu oleh enam pemain akademi. Saat ini saya masih butuh pemain di semua lini, kecuali penjaga gawang,” ujar Kalezic.

Persiapan PSM sendiri baru berjalan sekitar 40 persen. Artinya, masih banyak pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk membangun pola permainan, menguji kombinasi, dan menentukan kerangka utama tim. Di tengah proses tersebut, kehadiran Navarone Foor menjadi salah satu sorotan.

Foor dan Koneksi Indonesia

Foor merupakan rekrutan anyar Juku Eja. Gelandang serang kelahiran Belanda itu membawa pengalaman panjang dari sepak bola Eropa, tetapi kedatangannya juga memiliki cerita tersendiri karena namanya pernah dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Pada 2017, Foor sempat masuk dalam radar program naturalisasi bersama Sandy Walsh dan Ezra Walian, namun rencana itu tidak pernah terwujud.

Kini, hampir satu dekade kemudian, Foor justru benar-benar berada di Indonesia, bukan sebagai pemain tim nasional, melainkan sebagai bagian dari PSM Makassar. Perjalanan kariernya dimulai dari NEC Nijmegen, tempat ia mencatatkan lebih dari 160 penampilan dan membantu tim kembali ke Eredivisie setelah sempat terdegradasi. Ia kemudian memperkuat Vitesse Arnhem, meraih KNVB Cup pada 2016/2017, dan merasakan bermain di Europa League.

Setelah bertahun-tahun di Belanda, Foor memperluas pengalamannya ke berbagai negara: Uni Emirat Arab, Siprus, Latvia, hingga Turki. Rentetan pengalaman itu membuatnya datang ke PSM dengan bekal yang berbeda dibanding pemain asing lain, tetapi Kalezic tentu tidak hanya melihat daftar klubnya.

Peran yang Ditunggu

Foor dikenal sebagai pemain yang bisa beroperasi di belakang striker, bergerak dari lini tengah ke area kotak penalti. Karakter seperti ini berpotensi mengisi peran yang selama ini identik dengan Wiljan Pluim, salah satu pemain asing paling berpengaruh dalam sejarah modern PSM. Meski demikian, Foor tidak harus menjadi “Pluim baru”, melainkan bisa menciptakan perannya sendiri.

Pemusatan latihan hingga 21 Agustus menjadi ruang uji bagi Kalezic untuk melihat adaptasi Foor dengan rekan-rekannya. Sepak bola Indonesia memiliki karakter berbeda dengan Eropa, baik dari kecepatan permainan, kondisi lapangan, perjalanan, maupun cuaca. Karena itu, rekam jejak Foor tidak otomatis menjamin kesuksesan.

Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, sebelumnya menyatakan beberapa pemain baru akan menyusul ke Yogyakarta, termasuk pemain yang tampil di Piala AFF seperti Rizky Eka Pratama. Artinya, skuad yang ada belum final. Kalezic masih memiliki pekerjaan besar untuk menentukan siapa yang siap menjadi bagian utama tim.

Bagi Foor, semua catatan masa lalunya akan kehilangan makna jika tidak mampu membantu PSM meraih hasil. Musim 2026/2027 menjadi ujian baru baginya, sekaligus ujian bagi Kalezic untuk membuktikan bahwa perekrutan pemain berpengalaman seperti Foor memang sesuai kebutuhan taktik tim. Jika berhasil, PSM tidak hanya mendapatkan gelandang serang berpengalaman, tetapi juga sosok yang bisa memberi warna baru di lini tengah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags