Progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Cirebon yang digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero) telah mencapai 40,243 persen hingga awal Mei 2026, dengan realisasi terhadap kurva S sebesar 12,865 persen. Perusahaan pelat merah ini terus menggenjot pelaksanaan proyek agar rampung sesuai jadwal dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengungkapkan bahwa berbagai strategi percepatan terus dioptimalkan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon berjalan efektif. Hal ini diperlukan meskipun di lapangan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait akses menuju lokasi proyek.
"Brantas Abipraya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu," ujar Dian dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat, 8 Mei 2026.
"Kami memahami pentingnya percepatan pembangunan fasilitas pendidikan ini bagi masyarakat. Karena itu, kami menerapkan berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi metode konstruksi, penambahan fasilitas pendukung pekerjaan, hingga penerapan sistem kerja tiga shift agar progres proyek tetap terjaga. Kami optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik," tegas Dian menambahkan.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi kendala berupa kondisi jalan akses lingkungan yang sempit. Kondisi tersebut membatasi mobilitas kendaraan besar dan distribusi material proyek, yang pada akhirnya berdampak pada pengaturan lalu lintas proyek serta efektivitas pengiriman material konstruksi.
Meski demikian, Brantas Abipraya telah menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan tulangan struktur pelat dengan besi wiremesh untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, penambahan unit batching plant menjadi lima unit guna mendukung kebutuhan pengecoran, serta penerapan sistem kerja tiga shift agar pekerjaan dapat berlangsung lebih maksimal.
Selain itu, Dian melanjutkan, dilakukan pula perubahan spesifikasi jendela dari tipe nako menjadi tipe casement window. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas bangunan sekaligus mempercepat proses instalasi.
Dian menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang modern, aman, dan nyaman bagi generasi masa depan Indonesia.
Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah.
"Brantas Abipraya akan terus menghadirkan infrastruktur berkualitas yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," kata Dian.
Artikel Terkait
Polisi Kerahkan Puluhan Brimob Jaga Ketat Gedung di Hayam Wuruk, Jakpus
Suporter Persipura Rusuh Usai Timnya Gagal Promosi ke Super League
Presiden Prabowo Kenakan Barong Bermotif Batik di Jamuan Makan Malam KTT ASEAN ke-48 di Filipina
Kementerian Agama Gelar Gerakan Ekoteologi dan 3R Semarakkan Waisak 2570 BE