Papan Digital di SMA Nusa Harapan Buka Ruang Kelas Tanpa Batas

- Minggu, 23 November 2025 | 18:48 WIB
Papan Digital di SMA Nusa Harapan Buka Ruang Kelas Tanpa Batas
Papan Interaktif Digital di SMA Nusa Harapan

Di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, suasana belajar di SMA Nusa Harapan kini terasa berbeda. Sekolah ini baru saja mendapat tambahan alat bantu yang cukup menarik: sebuah papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP).

Bantuan ini tak hanya untuk mereka saja. Tercatat, sudah lebih dari 172.000 unit IFP yang disalurkan ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Inovasi ini merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dengan adanya perangkat ini, proses belajar mengajar jadi lebih dinamis. Bayangkan saja, siswa di SMA Nusa Harapan bisa mengikuti pelajaran secara real-time bersama siswa dari sekolah lain, misalnya SMA Kemala Bhayangkari. Mereka berinteraksi lewat Zoom Meeting, layaknya berada dalam satu ruang kelas yang sama.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat siswa-siswi sedang asyik belajar Kimia dengan materi yang disampaikan guru dari sekolah lain. Suasana kelas tetap hidup meskipun gurunya ada di tempat berbeda.

Akun Instagram @dikbudkalbar pun memberikan tanggapan.

"Inilah bagaimana teknologi membuka akses, menghubungkan ruang belajar, serta menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih bermutu dan merata," tulis mereka dalam caption unggahan tersebut.

Memang, di sisi lain, kehadiran teknologi semacam ini memberi harapan baru. Bukan cuma sekadar alat, tapi juga jembatan bagi siswa di daerah untuk merasakan kualitas pendidikan yang setara. Meski begitu, tantangan seperti koneksi internet dan kesiapan guru tetap perlu diperhatikan.

Yang jelas, langkah ini patut diapresiasi. Sebab, dengan cara ini, pendidikan jadi lebih inklusif dan tidak lagi terbatas oleh jarak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar