IHSG Anjlok 14,42% pada Maret 2026, Batu Bara dan Sawit Jadi Penyelamat

- Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB
IHSG Anjlok 14,42% pada Maret 2026, Batu Bara dan Sawit Jadi Penyelamat

Maret 2026 ternyata menjadi bulan yang cukup berat bagi Bursa Efek Indonesia. IHSG tercatat merosot cukup dalam, tepatnya 14,42 persen dibandingkan posisi di akhir Februari. Kapitalisasi pasarnya pun menyusut, menyentuh angka Rp12,42 triliun. Kalau dilihat lebih detail, hampir tak ada sektor yang selamat. Semua indeks saham sektoral berakhir di zona merah.

Penurunan terparah dialami oleh saham-saham konsumen siklikal (IDXCYCLIC), yang anjlok 19,81 persen. Di sisi lain, sektor bahan baku (IDXBASIC) juga tak kalah terpukul, dengan penurunan kinerja mencapai 19,51 persen. Posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor industri dan infrastruktur, masing-masing turun sekitar 14,8 persen.

Namun begitu, di tengah pelemahan pasar yang luas, selalu ada cerita lain. Beberapa saham justru menunjukkan performa yang luar biasa, menjadi penyelamat portofolio bagi sebagian investor.

PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) jadi pemuncak daftar dengan keuntungan fantastis 56,46 persen sepanjang Maret. Posisi runner-up diisi oleh PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), yang harganya melonjak 51,64 persen.

Tak kalah menarik, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) berhasil menduduki peringkat ketiga. Saham TALF mencetak kenaikan harga sebesar 43,41 persen di bulan yang sama. Kemudian, ada juga PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) yang melesat 38,43 persen, mengamankan posisi kelima.

Secara keseluruhan, ini dia daftar 18 saham top gainer sepanjang Maret 2026:

ASPR 56,46%
YPAS 51,64%
TALF 43,41%
FORE 38,43%
OILS 32,65%
ITMG 30,52%
MKAP 24,14%
LSIP 22,55%
DSNG 22,46%
PTBA 22,31%
AADI 21,89%
CBPE 17,76%
MBAP 17,48%
MTLA 17,27%
TAPG 16,92%
MAIN 15,82%
SMMA 15,24%
MCOL 14,29%
CHEM 12,12%
BBSI 12,11%

Kalau diamati, ada pola yang menarik. Daftar pemenang bulan lalu jelas didominasi oleh dua sektor besar. Yang pertama tentu saja batu bara, dengan nama-nama seperti PTBA, ITMG, AADI, MCOL, dan MBAP. Sektor kedua yang tak kalah dominan adalah perkebunan, khususnya kelapa dan kelapa sawit, yang diwakili oleh LSIP, TAPG, DSNG, dan OILS.

Hebatnya, momentum saham batu bara ini juga terbawa ke indeks LQ45. ITMG, PTBA, dan AADI bahkan menjadi tiga besar top gainer di indeks tersebut untuk periode Maret. Jadi, meski pasar secara umum lesu, kedua sektor inilah yang menjadi penyumbang catatan hijau.

Singkatnya, narasi perdagangan Maret 2026 diwarnai oleh dua kubu: pelemahan luas di hampir semua sektor, dan kejayaan yang terkonsentrasi pada saham-saham komoditas, terutama batu bara dan sawit.

(Nadya Kurnia)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar